KNPI Diharapkan Bisa Menjadi Pelopor Pemuda untuk Moderasi Beragama

Articles Galery

 

Setelah adanya beberapa kasus yang terkait dengan isu terorisme akhir-akhir ini, terutama berita Ali Kalora, pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT), tewas dalam kontak senjata dengan Satuan Tugas (Satgas) Magado Raya di Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

“Saya meyakini pentingnya pemuda untuk moderasi beragama khususnya KNPI yang merupakan wadah terhimpun untuk seluruh organisasi kepemudaan, KNPI harus bisa menyeleraskan pemahaman dan cara berpikir yang sama.”Kata Addin Jauharudin selaku Sekjend KNPI dalam sambutannya di acara kegiatan Diskusi Virtual yang diadakan oleh DPP KNPI pada (22/9)

“Anak-anak muda diharapkan bisa menjadi influencer sekaligus penggerak moderasi beragama di semua daerah dan komunitas serta lembaga pendidikan agar beragama itu bisa menjadi sumber keteduhan, perekat masyarakat dan tentu saja menjaga ke Indonesiaan kita. Disinilah peran anak muda..” tambah Addin.

“Krisis spritualisme ini memicu berkembangnya Radikalisme. Dan pentingnya Vaksinasi ideologi diharapkan dapat meningkatkan imunitas ideologi dan menekan virus-virus ideologi yang menjamur.” Kata Brigjen Wahid selaku Direktur Pencegahan BNPT sebagai narasumber pada kegiatan tersebut.

Brigjen Wahid juga menambahkan, “Radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama adalah proxy untuk menghancurkan Islam. Dan sebanyak 47,3 persen pelaku terorisme adalah kelompok muda berusia 20-30 tahun. Dan saya mengingatkan bahwa kita harus berperang untuk menangkal radikalisme dan terorisme. Pemuda harus yakin bahwa ginekologi bangsa ini ialah bangsa yang hebat.”

“Saya berharap bahwa KNPI bisa menghasilkan ide-ide besar untuk menangkal paham-paham radikal dan terorisme, karena dengan kapasitas KNPI yang memiliki network atau jaringannya bisa memiliki terobosan-terobosan yang dibutuhkan untuk ini. Diharapkan peran serta KNPI sebagai satgas kepemudaan yang berperan aktif memberantas isu-isu radikal dalam sosial media.” Kata Ridlwan Habib selaku Direktur The Indonesia Intelligence Institute yang juga menjadi narasumber di kegiatan virtual tersebut.

Dan Imdadun Rahmat selaku Mantan Ketua Komnas HAM menambahkan, “Saya ingin memprovokasi anak muda untuk bersikap kritis, apabila diberikan pemahaman mengenai agama tidak boleh menelan mentah-mentah. Harus bisa kritis dan sesuaikan nalar.”

“Oleh karena itu, KNPI akan berbuat semaksimal mungkin untuk berkumpul membahas mengenai pentingnya moderasi beragama. Karena apapun permasalahan yang terjadi di Indonesia hari ini, anak muda dibutukan sebagai Energi Baru.” Kata Addin Jauharudin untuk menutup acara kegiatan diskusi virtual dengan judul ‘Perdamaian Sulteng setelah Ali Kalora Tewas’ yang disiarkan melalui zoom dan Youtube KNPI.id. WRTW KNPI

Memaknai Kembali Arti Kemerdekaan

Articles Uncategorized

 

Sumber Foto:mediaindonesia.com

Dalam menyambut hari kemerdekaan Indonesia, sampai saat ini masih dalam posisi sebagian masyarakatnya siap tinggal landas dan sebagian besar tinggal di landasan. Pasalnya kedaulatan politik yang merdeka dalam struktur kenegaraan tidak menjamin kemerdekaan ekonomi di masyarakat. Masyarakat selalu dijadikan objek bukan sebagai subjek sehingga kebijakan hanya untuk kepentingan masyarakat kelas elite, sementara masyarakat kelas bawah terjerat dalam aturan yang tercermin dalam hukum yang represif.

Dogmatis usang dalam marayakan kemerdekaan harus segara kita buang jauh-jauh yang hanya sekedar mengingat penjajahan masa kolonial, perlombaan untuk anak-anak, upacara bendera yang bersifat serimonial. Ada baiknya pidato kenegeraan kali ini menjelaskan kondisi masyarakat yang masih suram dan semakin sulit akibat pandemi. Presiden Jokowi harus kembali mengangkat Nawacita yang menjadi janji kepada bangsa Indonesia untuk lebih baik.

Sebagai Negara merdeka yang memiliki sumber agraria luar biasa, baik di dalam perut bumi seperti tambang dan minyak bumi, maupun hasil bumi seperti, perkebunan atau tanaman holtikultura milik rakyat serta hasil lautnya, bahkan kita memiliki dasar Negara Pancasila yang menyebutkan bahwa keadilan sosial  bagi seluruh rakyat Indonesia, hidup masyarakat mayoritas meralat (data BPS 26,42 Juta Jiwa).

Kebijakan terbuka terhadap capital global sudah memberikan kerugian kepada bangsa Indonesia, bukan hanya masyarakatnya yang sengsara namun juga telah merusak lingkungan kita. Atas dasar ini maka kita perlu mempertanyakan kebijakan ini masih relevan atau tidak?

Sejerah penjajahan adalah persoalan ekonomi dengan melakukan eksploitasi terhadap bangsa yang lemah oleh bangsa yang kuat. Era ini telah usang dan digantikan dengan era globalisasi yang mautannya sama saja yakni mengesksploitasi satu bangsa lemah. Untuk Indonesia, founding fathers telah membangun fondasi yang cukup bagus untuk merubah mental bangsa yang baru saja merdeka dari penjejahan namun sekarang hanya telah menjadi retorika politik.

Untuk sekarang ini sebaiknya Pemerintahan Jokowi melakukan terobosan baru untuk mengambil alih sumber kakayaan agraria yang dikelola oleh perusahaan asing maupun dalam negeri supaya dikelola oleh negara. Sekat-sekat yang ada harus ditabrak sehingga muncul wajah ekonomi baru dalam Indonesia yang lebih adil dan makmur.

Kita sudah lama merdeka namun tidak merdeka dalam bidang ekonomi karena terlalu banyak lelang sumber daya agraria yang dilakoni oleh calo-calo dalam negeri. Untuk merubahnya tidak gampang namun tidak msutahil. Hal dasar yang harus dipahami adalah makna kemerdekaan lahir untuk dua tujuan, pertama menciptakan masyarakat Indonesia adil dan makmur, kedua membangun bangsa yang baru.

Kedua hal ini tertuang secara implisit di teks proklamsi yang terlupakan karena dari tahun ketahun kita hanya memaknai kemerdekaan sebagai serimonial. Bila kita sudah menyadarinya maka tidak sulit untuk merubah keterpurukan bangsa ini, tetapi masalah besarnya adalah kita tidak peduli sehingga mental kita menjadi mental terjajah di alam yang merdeka

Refleksi dari perayaan kemerdekaan ini adalah kita kembali kepada semangat proklamasi melalui Nawacita yang pernah di ucapkan oleh Presiden Jokowi. Penjabarannya harus memiliki terobosan baru untuk mengelola sumber daya alam kita sehingga wajah adil dan makmur yang kita impikan tercipta. Bila tidak, maka kita harus memasukkan Jokowi  dalam deretan preisden yang gagal dalam era reformasi, walau masa jabatannya masih ada tiga tahun lagi.

 

Andria Gustiawan Perngain-angin
Pengurus DPP KNPI Satu Nafas

Reshuffle Dan Peluang Agraria

Articles Galeri Galery Opini Uncategorized

Isu reshuffle kembali mencuat dalam tubuh Kabinet Indonesia Maju jilid II dan rencananya akan diumumkan setelah lebaran usai. Selain dari kepentingan politik presiden adanya ketidakpuasan kerja dari Menteri yang akan diganti. Sebagai kritik oto kritik, sepertinya pegiat agraria lengah dan mulai lemah dalam mendorong Kementerian Agraria sebagai Kementerian Kordinator yang mengkordinasikan beberapa kementerian terkait, seperti lingkungan, pertanian, BUMN, KKP, ESDM dan PUPR.

Gagasan yang lahir pada 2014 lalu sepertinya mengalami sublimasi karena beberapa faktor, pertama, adanya kemungkinan pegiat agraria larut dalam kekuasaan dan tidak dapat menuver mendorong agenda reforma agraria. Kedua, hilangnya arah untuk mendorong reforma agraria sejati sehingga tanpa menyadarinya kegiatan agraria hanya menjadi rutinitas dan programatik. Bulan April yang lalu Presiden Jokowi merubah nomenklatur Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjadi Kementerian Investasi, artinya Presiden Jokowi sebagai penguasa hari ini menganggap hal tersebut penting dan menggunakan hak preogratifnya untuk merombaknya.

Melihat kondisi politik hari ini, sepertinya isu agraria kembali tertinggal karena dorongan untuk menjadikan Kementerian Agraria sebagai Kemenko dan mendesak pemerintah agar membentuk Badan Otoritas Reforma Agraria (BORA) belum juga terwujud. Di sisi lain Menteri agraria termasuk wakilnya sepertinya kurang kompeten dalam bidang agraria, termasuk kementerian berkaitan dengan agraria seperti lingkungan, BUMN, KKP, ESDM harus mendapat evaluasi.

Pemerintah hari ini tidak menunjukkan tanda-tanda keseriusan dalam menjalan reforma agraria sebagai fondasi pembangunan bangsa. Pemerintah hari ini memandang reforma agraria sebagai distribusi tanah atau lebih tepatnya bagi-bagi sertifikat. Indikator pemerintah tidak punya agenda terhadap reforma agraria yakni, pertama masih terjadinya dualisme hukum agraria antara UU lama buatan Orde Lama yang pro UUPA 1960 bersama turunannya, dengan UU pro liberalisasi terhadap sumber agraria sejak Orde Baru hingga sekarang.

Kedua, Sampai hari ini juga pemerintah tidak punya data yang jelas mengenai tanah berlebih, baik individu maupun koorporate yang menguasainya. Sebagai syarat utama dalam menjalankan reforma agraria, data mengenai tanah berlebih sebagai objek yang akan dibagikan dan data subjek yang akan menerimanya untuk dikelola dan dimanfaatkan sebagai sumber penghidupan, harus clear.

Ketiga, tidak adanya pilot projek yang dijalankan oleh pemerintahan Jokowi selama kurun waktu lebih dari lima (5) tahun. Pilot projek bertujuan untuk menakar kembali UUPA 1960 dan UU turunnannya seperti UU landreform masih relevan atau tidak. Pilot projek ini akan menjadi gambaran mengenai ekonomi mikro agraria di sektor pertanahan dan pertanian untuk bergerak di tingkat nasional.

Indikator ini yang menjadi dasar untuk menyimpulkan bahwa sampai hari ini Presiden Jokowi belum mempunyai niat untuk menjalankan reforma agraria sejati. Efeknya adalah isu agraria bukan prioritas dalam pembangunan bangsa walau sifatnya sangat urgent.

Dalam kondisi sekarang ini akar rumput harus lebih inisiatif dan kreatif dalam mendorong reforma agraria sejati kepada penguasa. Interaksi politik antara insiator gerakan agraria harus bersifat menekan kepada penguasa hari ini. Dengan demikian outcome politiknya, gerakan agraria menjadi penentu arah kebijakan agraria. Sejarah agraria sejak reformasi berlangsung sudah membuktikan bahwa inisiatif dari akar rumput sangat efektif memberikan tekanan kepada penguasa, paling tidak lahirnya TAP MPR No.IX/2001 dan dibentuknya kembali Kementerian Agraria adalah buktinya.

Peluang reforma agraria sejati hari ini kembali ada di tangan para pegiat agraria itu sendiri karena harapan Jokowi akan melaksanakan reforma agraria sesuai janji nawacita sudah mustahil terjadi tanpa tekanan dari akar rumput. Nasib agraria saat ini tidak jauh berbeda pada masa Presiden SBY namun belum terlambat untuk menyadarinya karena periode Presiden Jokowi belum habis.

Uraian singkat di atas merupakan seruan untuk kembali mengingat cita-cita sekaligus membangun harapan terhadap reforma agraria sejati. Membangun kembali kekuatan politik agraria memang tidak mudah, tapi bukanlah sesuatu yang mustahil, kuncinya ada pada kita yang pada hari ini merasa reforma agraria sejati masih relevan.


Andria Perangjn-angin

Pengurus Media Center DPP KNPI

Gelar Buka Puasa Bersama, KNPI Satu Nafas Siapkan Kongres Penyatuan

Articles Galeri Galery News Pemuda Bersuara Tokoh Bicara

                               Sumber Foto: Media Center DPP KNPI

 

 

Ketua Umum DPP KNPI Satu Nafas Noer Fajriansyah, menegaskan pentingnya menjaga keharmonisan dan kerukunan antas sesama pemuda. Hal ini ia sampaikan saat melakukan buka Bersama dengan pengurus pusat KNPI.

“Acara buka Bersama ini diselenggarakan sebagai ajang untuk silaturahmi antar pemuda Indonesia untuk tetap bersasama dalam kerukunan dan keharmonisan”, kata Fajriansyah.

Pemuda sebagai geneasi penerus bangsa harus lebih kreatif untuk membangun ekonomi bangsa, terutama dalam masa krisis selama pandemi berlangsung.

“Kita sudah satu tahun lebih menjalani pandemi namun kita masih bisa bertahan, untuk itu kita terus melakukan adaptasi terhadap semua kondisi dan tantangan yang ada serta tetap berinovasi”, Kata Fajriansyah.

Ia menambahkan secara aksiomatis untuk mengandaikan bahwa ada hubungan antara pemuda dan integrasi nasional. Peran pemuda dalam pembangunan nasional tidak boleh dibatasi karena perkembangan negara manapun terletak di pundak seberapa produktif dan kreatif kaum muda.

“Peran pemuda dalam pembangunan nasional sakral bagi seluruh cita-cita pembangunan masyarakat manapun. Kaum muda adalah landasan peremajaan masyarakat dan bangsa”, lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen DPP KNPI Addin Jauharuddin menyampaikan Masyarakat tidak hanya diciptakan kembali melalui populasi muda, namun, pemuda sering disebut sebagai pemimpin besok.

“Sebagai segmen masyarakat yang paling aktif, kaum muda adalah penentu utama perdamaian dan stabilitas suatu bangsa. Ketidakteraturan dank ketidakstabilan dalam masyarakat juga ditentukan sebagian oleh kaum muda. Perdamaian adalah pendahulu pembangunan”, kata Addin

Menutup acara buka Bersama, Twedy Ginting selaku Bendahara Umum DPP KNI, menuturkan tidak adanya perdamaian berarti tidak ada perkembangan berarti yang dapat terjadi.

“Menilai Kebijaksanaan Pemuda menegaskan bahwa sejauh mana perilaku dan peran pemuda yang bertanggung jawab dalam masyarakat berkorelasi positif dengan perkembangan negara mereka” pungkas Twedy.

KNPI Satu Nafas Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Kepada NU Ke 95

Articles Galeri News

Semoga NU Tetap Kokoh Menjaga Nilai Kebangsaan dan Menyebar Aswaja

Jakarta: Nahdlatul Ulama (NU) adalah bagian dari sejarah panjang Bangsa Indonesia. Kontribusi para kyai dan warga NU dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia sudah tercatat dalam lembar sejarah Indonesia.

Umur yang sudah 95 tahun merupakan tanda kaya akan pengalaman dan sudah semakin matang sebagai sebuah organisasi. Pada ulang tahun yang ke 95, Ketua Umum KNPI, Noer Fajrieansyah, mengucapkan selamat ulang tahun kepada NU.

Beliau menyampaikan, NU sebagai salah satu Ormas Islam terbesar sudah menunjukkan kematangan organisasinya untuk Bangsa Indonesia, dengan tetap menjaga nilai-nilai kebangsaan. Indonesia adalah negara yang beragam, baik suku, budaya dan agamanya namun NU tetap konsisten menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan norma kehidupan bangsa, tuturnya.

Selain itu Fajrieansyah yang juga lulusan Universitas Indonesia mengatakan bahwa NU juga harus tetap menyebarkan Ahlus Sunnah Waljamaah (Aswaja) sehinga ajaran Nabi Muhammad SAW dapat menjadi panutan bagi warga muslim di Indonesia. WRTW KNPI.

KNPI Apresiasi Acara Penganugerahan RRI Terhadap Seniman “Puisi”

Articles Galeri News

                                                       Foto:Media Center DPP KNPI Satu Nafas

Jakarta-, Perayaan 17 Agustus 2020, Radio Republik Indonesia (RRI) melakukan penganugerahan kepada seniman, “puisi” dengan judul “Malam Apresiasi Puisi Indonesia Merdeka Covid”. Acara yang berlangsung di Auditorium Abduhrahman Saleh RRI Jakarta turut hadir jajaran pengurus DPP KNPI dan Direktur Utama RRI, Bapak M. Rohanudin.

Turut hadir memeriahkan acara tersebut adalah Zamawi Imron, Sutardji Calsoum Bachri, Acep Zamzam Noor, Dwiki Darmawan, Toto and star, Ardina Savitri, Nabila Gomez, Lucky Octavian, Lena Guslina dan Septian Dwicahyo.

Ketua Umum DPP KNPI, Noer Fajrieansyah mengatakan bahwa KNPI mengapresiasi acara yang diselenggarakan oleh RRI. Lebih lanjut, Fajrie yang merupakan lulusan Hukum Universitas Indonesia, menyampaikan acara ini merupakan bagian dari menghidupkan jiwa seni anak bangsa Indonesia.

“Kami dari KNPI sangat mengapresiasi acara penganugerahan seniman “Puisi” yang dilaksanakan oleh RRI karena hal ini akan menumbuhkan jiwa seni anak Bangsa Indonesia, imbuhnya.

Menurutnya seni merupakan salah satu budaya bangsa Indonesia yang harus kita lestarikan karena seni adalah cara yang indah untuk menyampaikan kritik sosial. Seni terkadang lebih kritis dalam menyampaikan kritik sosial yang membangun dengan cara santun. Selain itu, Fajrie juga berharap penghargaan terhadap seniman Indonesia terus berlanjut.

“Kita harus melestarikan puisi sebagai budaya Bangsa Indonesia karena puisi memberikan kritik sosial yang indah dan santun, bahkan puisi terkadang lebih kritis dalam menyampaikan kritik sosial”.  “Saya juga berharap penghargaan terhadap seniman Indonesia terus berlanjut”, tutupnya.WRTW KNPI.

 

 

Rayakan Idul Adha Tahun Ini, KNPI Jadikan Kurban Sebagai Perekat Kebhinekaan

Articles Galeri News

 

 

 

 

RMco.id  Rakyat Merdeka – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-47, DPP KNPI mengadakan kegiatan Kurban Bersama Pemuda. Kegiatan ini mendapat respons yang luar biasa dari berbagai elemen lintas daerah dan agama. Hal ini penting untuk perekat pelestarian kebhinekaan agar tetap terjaga.

Ketua Umum DPP KNPI Noer Fajrieansyah mengucapkan terima kasih kepada semua pengkurban yang mempercayakan KNPI Satu Napas untuk menyalurkan daging kurban.

“Para pengkurban di antaranya Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey satu sapi, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo satu sapi , pejabat pemerintah, pengurus DPP KNPI dan umat agama lain yang turut berpartisipasi. Total jumlah kurban ada 35 hewan, yakni 17 sapi dan 18 kambing. Semoga amal ibadah kurban diterima Allah. Dan Tuhan Yang Maha Esa membalas kebaikan para donatur’, tutur Noer.

Ketua Harlah KNPI Ke-47, Pio Bria mengungkapkan, kegiatan Kurban ini menjadi milik bersama.

“Perayaan Idul Adha yang bertepatan dengan HUT KNPI Ke-47 menjadi momentum merawat pluralisme. Bantuan hewan kurban datang dari berbagai umat beragama. Kita menyambut baik hal ini karena bagian dari menjaga kebhinekaan dalam beragama”, tutur Pio.

Ahmad Sugiyono selaku Ketua Bidang Agama sekaligus Koordinator Kurban menambahkan, daging kurban akan dibagikan ke berbagai tempat, terutama yang terdampak Covid-19.

“Selain dibagikan ke warga sekitar media center DPP KNPI, daging kurban dibagikan semua wilayah DKI Jakarta, ke panti asuhan, ke “manusia grobak” yang ada di jalan dan ke orang-orang yang membutuhkan, ungkapnya.

Sumber: https://rmco.id/baca-berita/nasional/42768/rayakan-idul-adha-tahun-ini-knpi-jadikan-kurban-sebagai-perekat-kebhinekaan

berita terkait:

https://www.tribunnews.com/images/editorial/view/1853076/knpi-berbagi-daging-kurban

https://news.detik.com/foto-news/d-5117054/berbagi-hewan-kurban-untuk-sesama-yang-membutuhkan

http://kartakita.com/?s=knpi

 

Panitia Qurban Pemuda Bahas Teknis Persiapan Hari-H

Articles Galery News

                       Foto: Media Center DPP KNPI

Jakarta- Panitia Qurban Pemuda mengadakan rapat untuk membahas persiapan teknis pembagian daging qurban pada 1 Agustus 2020. Acara rapat yang berlangsung 30 Juli 2020 di Media Center DPP KNPI Satu Nafas, turut hadir adalah Pio Bria selaku Ketua Panitia, Aliah Sayuti sebagai Sekertaris Panitia, Ogie Ketua DPP Bidang Keagamaan serta jajaran panitia lainnya.

Pio Bria selaku ketua panitia menjelaskan bahwa rapat tersebut membahas persoalan teknis pada 1 Agustus 2020, seperti jumlah orang, kebutuhan peralatan, lokasi dan persiapan lainnya. “Kita hanya membahas soal teknis lapangan pada hari-H, seperti jumlah orang, peralatan yang dibutuhkan, lokasi tempat untuk acara qurban dan persiapan lainnya”, pungkasnya.

Harapan dan doa dari masyarakat agar pada hari H berjalan dengan lancar, disampaikan oleh Sekertaris Panitia Qurban Pemuda, Aliah Sayuti. “kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat agar acara pada 1 Agustus 2020 nanti berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat”, tuturnya.WRTW KNPI.

Merayakan Harla Ke 47 KNPI Dan GPI Melakukan Wakaf Al-Qur’an

Articles News

Bertempat di Media Center DPP KNPI, hari ini Kamis 23 Juli 2020 DPP KNPI Bersama Gerakan Pemuda Islam (GPI) menggelar penyerahan simbolis Al-qur’an. Acara tersebut dihadiri oleh Sekjen DPP KNPI Addin Jauharudin, Bendahara Umum DPP KNPI Tweddy N Ginting, Sekjen GPI Diko Nugraha serta Ust. Lukman dari Lembaga Pendidikan Al-qur’an Attaqwa Matraman

Wakaf Al-Qur’an yang dilakukan DPP KNPI dan GPI akan dibagikan langsung ke adik-adik penghapal Al-Qur’an (tahfidz) melalui pesantren beberapa daerah dengan target sebanyak 1.000 Al-Qur’an. Pembagian Al-Qur’an ini merupakan bagian dari perayaan ulang tahun KNPI yang ke 47 dengan tema “Satu Nafas Kebangsaan, Satu Nafas Kebhinekaan”.

Sekjen DPP KNPI Addin Jauharudin menyampaikan KNPI akan selalu hadir untuk semua kegiatan yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat Indoensia. Semoga calon tahfidz bukan hanya saja mengahapal isinya, tetapi juga menjiwai isinya sehingga bisa bermanfaat bukan hanya untuk Indonesia namun juga untuk dunia.

“Kami selalu mendukung apapun program yang baik dan bermanfaat, dalam program ini kami berharap para calon tahfidz selain dapat menghapal juga harus dapat menjiwai isinya supaya dapat berdampak baik bagi umat diseluruh dunia”. Mudah-mudahan kegiatan ini bukan menjadi langkah akhir tapi menjadi langkah awal untuk menggerakkan hati bagi teman-teman yang belum sempat berpartisipasi dikesempatan kali ini”, tuturnya.

 

Bendahara Umum DPP KNPI, Tweddy N Ginting menambahkan KNPI bersyukur bisa melaksanakan kegiatan wakaf Al-Qur’an. Semoga acara yang sederhana ini bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda maupun element masyarakat yang lain untuk berpartisipasi. Kita harus saling bantu sesama bangsa Indonesia karena di luar sana masih banyak yang membutuhkan bantuan.

“kami bersyukur dapat menyelenggarakan Program Nasional Wakaf Al-Quran dan kami berharap program ini dapat berkelanjutan kami juga mengajak seluruh komponen baik pengurus maupun bukan pengurus KNPI dimanapun berada tergerak hatinya ikut berpartisipasi”. “Semoga program ini menjadi triger untuk pihak manapun yang ingin mensuport kegiatan ini karena mengingat kebutuhan para tahfidz diseluruh pelosok tanah air masih banyak”, pungkasnya.

Sekjen GPI  Diko Nugraha menyampaikan apresiasi kerjasama wakaf Al-Qur’an. Kegiatan ini meruapakan dukungan tehadap syiar dan dakwah serta minat membaca. Al-Qur’an. Lebih lanjut Diko menyampaikan bahwa program ini adalah yang pertama kali di dalam lembaga KNPI dan semoga tersu berlanjut ke organisasi pemuda yang bernaung di dalam KNPI.

Sebagai penutup Ust.Lukman menyampaikan ucapan terimakasih kepada KNPI dan orang-orang yang mewakafkan Al-Qur’an. Dalam acara tersebut Ust.Lukman memanjatkat doa agar kebaikkan orang-orang terlibat dalam acara wakaf Al-Qur”an diberikan kelimpahan dari Tuahan Yang Maha Esa.WRTW KNPI.

KNPI Melakukan Diskusi Menyikapi Krisis Global Pada Harla Ke 47

Articles Galeri News

Jakarta- DPP KNPI pimpinan Noer Fajrieansyah menggelar kegiatan diskusi webinar mengenai situasi ekenomi global pada Hari Lahir KNPI yang ke 47, 23 Juli 2020. Mengangkat judul diskusi “Urgensi Penguatan Politik & Ancaman Krisis Ekonomi Global”, KNPI berharap bisa mencari jalan keluar untuk ekonomi global, khususnya bangsa Indonesia, di tengah-tengah situasi pandemi covid-19. Hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut, Prof. Sri Adiningsih, Anggita DPR RI, Misbakhun, Fajar B Hirawan Pengamat dari CSIS dan Edu Lamanto Pengamat Politik dari Eksekutif LKIP.

Twedy N Ginting selaku Bendahara Umum DPP KNPI membuka acara tersebut menyampaikan, diskusi webinar ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua untuk mencari solusi tehadap krisis global yang sedang terjadi akibat pandemic Covid-19. Kita berharap Covid-19 ini segera berlalu dan Indonesia bisa kembali membangun strategi pemulihan ekonomi.

Pio Bria, selaku ketua panitia Harla KNPI yang ke 47 menyampaikan dalam kondisi apapun anak muda harus perduli terhadap kondisi bangsa, khususnya sekarang ini. Semoga kita bisa memberikan masukkan yang membangun untuk pemerintah sekarang ini dalam menghadapi dampak krisis ekopnomi akibat Covid-19.

Pembicara pertama, Prof. Sri Adiningsih mengatakan salah satu cara agar kita dapat bertahan dan keluar dari ancaman krisis ekonomi adalah kordinasi antar Lembaga harus berjalan dengan baik. Pemulihan ekonomi akan lebih cepat jika memaksimalkan kekuatan domestic, seperti pasar domestik, konsumsi, SDA, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata domestik dan ekonomi digital.

Sementara itu M. Misbakhun Anggota DPR RI FPG menyampaikan Bahwa dalam situasi seperti ini dibutuhkan kehadiran negara dengan program untuk menolong masyarakat berpenghasilan rendah atau tidak berpenghasilan lahgi akibat Covid-19. . Kondisi sekarang memang bukan dalam kondisi yang normal, jadi kita butuh kerjasama disemua element masyarakat untuk memulihkan eknomi dan melawan penyebaran Covid-19. Saat ini pemerintah lebih membutuhkan masukkan untuk membangun kembali tatanan ekonomi dan kesehatan dibandingkan kritikan politik.

Narasumber yang ketiga Fajar B Hirawan Pengamat dari CSIS menyampaikan Terkait dengan ancaman krisis ekonomi global, pemerintah harus menjaga pertumbuhan ekonomi dalam negeri dengan memastikan Stabilitas daya beli dan pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan beberapa sector ekonomi khususnya industri manufaktur, pertanian, perdagangan dan jasa.

Pembicara terakhir Edu Lamanto Pengamat Politik dari Eksekutif LKIP menyampaikan dalam kondisi sekarang pemeritah membutuhkan dukungan politik dari semua partai politik untuk menyelesaikan persoalan ekonomi. Tanpa dukungan penuh dari partai politik rasanya sulit meneyelesaikan persoalan ekonomi akibat Covid-19 karena besarnya tarik-menarik kepentingan politik.WRTW KNPI.