Eksistensi Pahlawan Kontemporer Pada Masa Kini

Galeri Galery Opini

 

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”

-Ir. Soekarno-

 

Hari pahlawan indonesia selalu diperingati pada tanggal 10 November, peristiwa perang berdarah di kota Surabaya pada tanggal 10 November 1945 antara pihak Indonesia dengan tentara Inggris dijadikan sebagai memori untuk mengingat perjuangan para pahlawan yang gugur pada pertempuran berdarah tersebut. Pahlawan akan selalu berkaitan erat dengan perjuangan yang mereka tempuh. Dalam konteks pemahaman patriotisme, pemahaman tentang pahlawan akan selalu dibenturkan dengan slogan rela berjuang demi kepentingan bangsa dan negara. Perjuangan para pahlawan masa kini tidaklah sama dengan pahlawan masa lalu yang mengangkat senjata dan bertempur dengan para penjajah.

Bung Karno pun sudah mengingatkan para generasi penerus, dengan kalimat nya yang begitu terkenal, yakni “perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjunganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”. Perjuangan pahlawan kontemporer yang melawan bangsanya sendiri, sering kita temukan pada berita-berita hoax yang tersebar begitu massif di sosial media, kritik-kritik pada kebijakan pemerintah yang dibungkam dan dinestapakan, serta hal-hal lainnya yang menggambarkan kondisi saling serang antar masyarakat. Perjuangan berdarah yang telah dilakukan oleh para pahlawan kita di masa lalu seolah tidak berarti jika bangsa yang diperjuangkannya justru menciptakan perpecahan.

Ditengah merebaknya pandemi Covid-19 yang mulai menghampiri Indonesia pada awal tahun 2020, perjuangan pahlawan-pahlawan kontemporer dapat kita temui dalam perjuangan para tenaga kesehatan indonesia sebagai garda terdepan dalam memerangi pandemi covid—19. Data membuktikan bahwa Per 17 Agustus 2021, terdapat 1.891 tenaga kesehatan yang gugur sepanjang pandemi Covid-19 dengan rincian; 640 dokter; 637 perawat; 377 bidan; 98 dokter gigi; 34 ahli gizi; 33 ahli teknologi laboratorium, dan 13 ahli kesehatan masyarakat.

Perjuangan para tenaga kesehatan dalam melawan Covid-19 pada beberapa bulan yang lalu sangatlah sulit. Terlebih, diperparah lagi dengan massif nya berita hoax serta argumentasi para influencer media sosial yang seolah tidak menghargai perjuangan mereka. Ajakan tidak memakai masker, slogan Covid-19 adalah penyakit konspirasi, serta label haram pada vaksin covid-19 adalah contoh nyata gempuran masyarakat bagi para tenaga kesehatan yang sedang berjuang melawan pandemi ini. Kini, pandemi covid-19 di Indonesia memang sudah mulai terkendali, perjuagan para tenaga Kesehatan kian membuahkan hasil dengan semakin turunnya kurva persebaran dan tingkat kematian akibat Covid-19. Pada tanggal 17 oktober 2021, data membuktikan bahwa terdapat 0 kematian akibat covid-19 di provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil yang baik tersebut juga pasti tidak lepas dari kebijakan konsisten yang diambil para pemangku kebijakan di pemerintahan indonesia meskipun kritik-kritik tajam datang menyerang mereka.

Tenaga Kesehatan dalam pandemi covid-19 hanyalah Sebagian contoh dari eksistensi pahlawan kontemporer. Penulis berpendapat bahwa pahlawan akan selalu memiliki tempat masing-masing di tengah berbagai macam pertempuran yang mungkin terjadi. Perubahan zaman yang terjadi bukanlah sebuah halangan untuk berjuang dalam dimensi perjuangan yang mereka tempuh. Semangat para pejuang dan pahlawan di masa lalu adalah bahan bakar untuk generasi penurus dalam berjuang pada pertempuran apapun yang mungkin akan mereka hadapi dikemudian hari. Setelah Covid, pertempuran apa yang akan Indonesia hadapi? Sudahkah kita siap untuk semua itu? Jawabannya ada pada diri kita semua, siapkan mental, mungkin saya atau pembaca  yang akan menjadi pahlawan kontemporer dalam pertempuran kedepan.

Dicky Regu
Sarjana Hukum Unpad

Pleno Menuju Kongres Persatuan KNPI

Galeri Galery News Pemuda Bersuara

 

Sumber:Media Center DPP KNPI

Jakarta-, Pada 18 Juni 2021, bertempat di Kantor KNPI, Gedung Pemuda DPP KNPI, Kuningan, Jakarta Selatan. Adapun yang hadir dalam acara tersebut adalah ketiga kelompok yang terpecah menjadi tiga, yakni Adul Aziz, Noer Fajrieansyah dan Mustahuddin.

Abdul Aziz datang didampingi oleh Wakil Ketua Umum, Fauzan beserta pengurusnya. Sementara Noer Fajrieansyah didampingi oleh Sekretaris Jenderal, Addin Jauharudin dan Bendahara Umum, Twedy Noviady Ginting bersama jajarannya, sedangkan Mustahudin datang bersama Sekretaris Jenderal, Jackson Kumaat.

Acara yang dihadiri 50 orang tersebut memiliki dua agenda utama yang akan berjalan dalam waktu dekat ini, pertama adalah HUT KNPI yang ke 48 pada 23 Juli 2021 dan kongres peratuan.

Noer Fajrieansyah menyampaikan bahwa KNPI ini adalah milik pemuda sehingga sudah seharusnya kita bersatu dalam semangat pemuda. Untuk itu kepengurusan panitia persatuan nanti yang terpenting adalah mampu membawa semangat kongres persatuan.

“ibarat sebuah umat KNPI memiliki umat yaitu “pemuda”, jadi sebagai sebuah umat yaitu pemuda kita harus bersatu supaya kedapannya pemuda menjadi lebih baik”. “Bagi kita siapapun ketua dan pengurus panitia kongres persatuan ini silahkan jalan saja yang penting dia mampu menjalankan semangat kongres persatuan ini”.

Dalam pleno tesebut Adul Aziz menyampaikan bahwa Kongres persatuan ini akan terlaksana secepatnya, hasilnya bisa diterima semua pihak dan besinergi dengan baik satu sama lain.

“Kongres ini akan kita laksanakan secepatnya, menunggu momentum yang tepat dan hasilnya harus bisa diterima semua pihak serta bersinergi dengan baik satu sama lain”.

Mustahuddin mengatakan bahwa kongres ini adalah harapan bersama untuk menjadikan pemuda bersatu kembali, tanpa ada rasa ego.

“Kongres ini akan menjadi harapan bersama untuk pemuda supaya bersatu, untuk itu Namanya kongres bersama, tanpa ada rasa ego”.

Dalam penutupnya Fajrie yang merupakan lulusan mahasiswa UI menyatakan bahwa KNPI adalah wadah untuk pemuda sehingga individu yang di dalamnya harus menghidupi KNPI.

“KNPI adalah organisasi untuk kita para pemuda, untuk itu kita yang ada di dalamnya harus menghidupi organisasi bukan malah mencari penghidupan di dalam organisasi KNPI”, tutupnya. WRTW KNPI.

Reshuffle Dan Peluang Agraria

Articles Galeri Galery Opini Uncategorized

Isu reshuffle kembali mencuat dalam tubuh Kabinet Indonesia Maju jilid II dan rencananya akan diumumkan setelah lebaran usai. Selain dari kepentingan politik presiden adanya ketidakpuasan kerja dari Menteri yang akan diganti. Sebagai kritik oto kritik, sepertinya pegiat agraria lengah dan mulai lemah dalam mendorong Kementerian Agraria sebagai Kementerian Kordinator yang mengkordinasikan beberapa kementerian terkait, seperti lingkungan, pertanian, BUMN, KKP, ESDM dan PUPR.

Gagasan yang lahir pada 2014 lalu sepertinya mengalami sublimasi karena beberapa faktor, pertama, adanya kemungkinan pegiat agraria larut dalam kekuasaan dan tidak dapat menuver mendorong agenda reforma agraria. Kedua, hilangnya arah untuk mendorong reforma agraria sejati sehingga tanpa menyadarinya kegiatan agraria hanya menjadi rutinitas dan programatik. Bulan April yang lalu Presiden Jokowi merubah nomenklatur Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjadi Kementerian Investasi, artinya Presiden Jokowi sebagai penguasa hari ini menganggap hal tersebut penting dan menggunakan hak preogratifnya untuk merombaknya.

Melihat kondisi politik hari ini, sepertinya isu agraria kembali tertinggal karena dorongan untuk menjadikan Kementerian Agraria sebagai Kemenko dan mendesak pemerintah agar membentuk Badan Otoritas Reforma Agraria (BORA) belum juga terwujud. Di sisi lain Menteri agraria termasuk wakilnya sepertinya kurang kompeten dalam bidang agraria, termasuk kementerian berkaitan dengan agraria seperti lingkungan, BUMN, KKP, ESDM harus mendapat evaluasi.

Pemerintah hari ini tidak menunjukkan tanda-tanda keseriusan dalam menjalan reforma agraria sebagai fondasi pembangunan bangsa. Pemerintah hari ini memandang reforma agraria sebagai distribusi tanah atau lebih tepatnya bagi-bagi sertifikat. Indikator pemerintah tidak punya agenda terhadap reforma agraria yakni, pertama masih terjadinya dualisme hukum agraria antara UU lama buatan Orde Lama yang pro UUPA 1960 bersama turunannya, dengan UU pro liberalisasi terhadap sumber agraria sejak Orde Baru hingga sekarang.

Kedua, Sampai hari ini juga pemerintah tidak punya data yang jelas mengenai tanah berlebih, baik individu maupun koorporate yang menguasainya. Sebagai syarat utama dalam menjalankan reforma agraria, data mengenai tanah berlebih sebagai objek yang akan dibagikan dan data subjek yang akan menerimanya untuk dikelola dan dimanfaatkan sebagai sumber penghidupan, harus clear.

Ketiga, tidak adanya pilot projek yang dijalankan oleh pemerintahan Jokowi selama kurun waktu lebih dari lima (5) tahun. Pilot projek bertujuan untuk menakar kembali UUPA 1960 dan UU turunnannya seperti UU landreform masih relevan atau tidak. Pilot projek ini akan menjadi gambaran mengenai ekonomi mikro agraria di sektor pertanahan dan pertanian untuk bergerak di tingkat nasional.

Indikator ini yang menjadi dasar untuk menyimpulkan bahwa sampai hari ini Presiden Jokowi belum mempunyai niat untuk menjalankan reforma agraria sejati. Efeknya adalah isu agraria bukan prioritas dalam pembangunan bangsa walau sifatnya sangat urgent.

Dalam kondisi sekarang ini akar rumput harus lebih inisiatif dan kreatif dalam mendorong reforma agraria sejati kepada penguasa. Interaksi politik antara insiator gerakan agraria harus bersifat menekan kepada penguasa hari ini. Dengan demikian outcome politiknya, gerakan agraria menjadi penentu arah kebijakan agraria. Sejarah agraria sejak reformasi berlangsung sudah membuktikan bahwa inisiatif dari akar rumput sangat efektif memberikan tekanan kepada penguasa, paling tidak lahirnya TAP MPR No.IX/2001 dan dibentuknya kembali Kementerian Agraria adalah buktinya.

Peluang reforma agraria sejati hari ini kembali ada di tangan para pegiat agraria itu sendiri karena harapan Jokowi akan melaksanakan reforma agraria sesuai janji nawacita sudah mustahil terjadi tanpa tekanan dari akar rumput. Nasib agraria saat ini tidak jauh berbeda pada masa Presiden SBY namun belum terlambat untuk menyadarinya karena periode Presiden Jokowi belum habis.

Uraian singkat di atas merupakan seruan untuk kembali mengingat cita-cita sekaligus membangun harapan terhadap reforma agraria sejati. Membangun kembali kekuatan politik agraria memang tidak mudah, tapi bukanlah sesuatu yang mustahil, kuncinya ada pada kita yang pada hari ini merasa reforma agraria sejati masih relevan.


Andria Perangjn-angin

Pengurus Media Center DPP KNPI

Gelar Buka Puasa Bersama, KNPI Satu Nafas Siapkan Kongres Penyatuan

Articles Galeri Galery News Pemuda Bersuara Tokoh Bicara

                               Sumber Foto: Media Center DPP KNPI

 

 

Ketua Umum DPP KNPI Satu Nafas Noer Fajriansyah, menegaskan pentingnya menjaga keharmonisan dan kerukunan antas sesama pemuda. Hal ini ia sampaikan saat melakukan buka Bersama dengan pengurus pusat KNPI.

“Acara buka Bersama ini diselenggarakan sebagai ajang untuk silaturahmi antar pemuda Indonesia untuk tetap bersasama dalam kerukunan dan keharmonisan”, kata Fajriansyah.

Pemuda sebagai geneasi penerus bangsa harus lebih kreatif untuk membangun ekonomi bangsa, terutama dalam masa krisis selama pandemi berlangsung.

“Kita sudah satu tahun lebih menjalani pandemi namun kita masih bisa bertahan, untuk itu kita terus melakukan adaptasi terhadap semua kondisi dan tantangan yang ada serta tetap berinovasi”, Kata Fajriansyah.

Ia menambahkan secara aksiomatis untuk mengandaikan bahwa ada hubungan antara pemuda dan integrasi nasional. Peran pemuda dalam pembangunan nasional tidak boleh dibatasi karena perkembangan negara manapun terletak di pundak seberapa produktif dan kreatif kaum muda.

“Peran pemuda dalam pembangunan nasional sakral bagi seluruh cita-cita pembangunan masyarakat manapun. Kaum muda adalah landasan peremajaan masyarakat dan bangsa”, lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen DPP KNPI Addin Jauharuddin menyampaikan Masyarakat tidak hanya diciptakan kembali melalui populasi muda, namun, pemuda sering disebut sebagai pemimpin besok.

“Sebagai segmen masyarakat yang paling aktif, kaum muda adalah penentu utama perdamaian dan stabilitas suatu bangsa. Ketidakteraturan dank ketidakstabilan dalam masyarakat juga ditentukan sebagian oleh kaum muda. Perdamaian adalah pendahulu pembangunan”, kata Addin

Menutup acara buka Bersama, Twedy Ginting selaku Bendahara Umum DPP KNI, menuturkan tidak adanya perdamaian berarti tidak ada perkembangan berarti yang dapat terjadi.

“Menilai Kebijaksanaan Pemuda menegaskan bahwa sejauh mana perilaku dan peran pemuda yang bertanggung jawab dalam masyarakat berkorelasi positif dengan perkembangan negara mereka” pungkas Twedy.

DPP KNPI Satu Nafas Berikan Santunan Anak Yatim dan Dhuafa

Galeri Galery News Uncategorized

 

 

                                                                   Sumber Foto: Media Center DPP KNPI

DPP KNPI satu Nafas memberikan santunan kepada anak-anak yatim Yayasan Al Chalidiyah yang dilaksanakan di sekretariat Media Center DPP KNPI Jakarta pada Kamis (29/4).

Sekjen DPP KNPI Addin Jauharuddin menyampaikan rasa syukurnya bahwa KNPI bisa tetap memberikan santunan dan berbagi kebaikan di setiap bulan suci ramadhan.

Khusus kepada anak yatim Addin memberikan motivasi agar anak anak yatim tumbuh menjadi manusia tangguh, mampu bekerja keras untuk meraih cita-cita. Ia menyampaikan bahwa hidup harus memiliki tujuan dan cita- cita.

“ Adik-adik ini adalah calon pemimpin masa depan, jangan malas, harus rajin dalam beribadah, bekerja keras mengejar cita-cita”, kata Addin.

Ia juga berpesan agar kelak mereka tumbuh menjadi manusia sukses dan dapat memberi manfaat untuk keluarga, orang lain dan lingkungan sekitarnya.

Selain sebagai sarana silaturahmi, kegiatan ini juga merupakan salah satu implementasi program DPP KNPI sebagai social share untuk masyarakat yang kurang beruntung, sekaligus mengajak masyarakat Indonesia untuk peduli terhadap anak yatim dan duafa.

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi santunan anak yatim piatu, berikut juga sumbangan kepada pengurus yayasan panti Al Chalidiyah.

Addin juga menyampaikan .terimaksih kepada pihak-pihak yang berpartisipasi dan memberikan bantuan dalam acara santunan ini.FBP.

KNPI Satu Nafas Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Kepada NU Ke 95

Articles Galeri News

Semoga NU Tetap Kokoh Menjaga Nilai Kebangsaan dan Menyebar Aswaja

Jakarta: Nahdlatul Ulama (NU) adalah bagian dari sejarah panjang Bangsa Indonesia. Kontribusi para kyai dan warga NU dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia sudah tercatat dalam lembar sejarah Indonesia.

Umur yang sudah 95 tahun merupakan tanda kaya akan pengalaman dan sudah semakin matang sebagai sebuah organisasi. Pada ulang tahun yang ke 95, Ketua Umum KNPI, Noer Fajrieansyah, mengucapkan selamat ulang tahun kepada NU.

Beliau menyampaikan, NU sebagai salah satu Ormas Islam terbesar sudah menunjukkan kematangan organisasinya untuk Bangsa Indonesia, dengan tetap menjaga nilai-nilai kebangsaan. Indonesia adalah negara yang beragam, baik suku, budaya dan agamanya namun NU tetap konsisten menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan norma kehidupan bangsa, tuturnya.

Selain itu Fajrieansyah yang juga lulusan Universitas Indonesia mengatakan bahwa NU juga harus tetap menyebarkan Ahlus Sunnah Waljamaah (Aswaja) sehinga ajaran Nabi Muhammad SAW dapat menjadi panutan bagi warga muslim di Indonesia. WRTW KNPI.

Pius Bria: Konsolidasi Segera Dibangun untuk Musda KNPI NTT

Galeri News

Kupang Kartakita– Musyawarah Dewan Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan digelar pada awal Oktober tahun 2020 mendatang di Kupang.

Demikian disampaikan Pius Agustinus Bria selaku Karteker Ketua KNPI NTT di Sasando Hotel Kupang, pada Minggu 20 September 2020 sore.

Menurutnya, ia ditunjuk sebagai Karteker KNPI wilayah NTT berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kareteker KNPI NTT sejak 10 September di Jakarta.

“Hari ini DPP SK Karateker sudah ditunjuk yakni Pius Bria sebagai Ketua, Sekretaris Yuliaris Mau, Bendahara Rivine C. Lengggu. Kita secara Nasional mengambil sikap pada visi yang sebenarnya. Memberikan kontribusi kepada NTT secara lebih baik,” jelasnya.

Ia menegaskan, dasar karateker ini sudah dikeluarkan dengan alasan organisatoris berdasarkan AD/ART.

“Kami merujuk pada konstitusi organisasi selama ini. Komunikasi dengan DPD yang ada di NTT. Secara pribadi kami belum dalog dengan Bung Heri Boki selaku Ketua DPD tapi dari struktur sudah bangun komunikasi. Beliau secara nasional memang membentuk pilihan berbeda secara nasional. Kami akan duduk diskusi bersama untuk berbicara bersama. Secara Nasional DPP KNPI atas kepemimpinan resmi berdasarkan SK Kemenkumham. Fakta hukumnya jelas. Berdasarkan alasan hukum yang jelas maka kami akan lakukan konsolidasi seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Pius mengatakan, pelantikan KNPI di NTT akan digelar pada tanggal 28 Oktober 2020 nanti.

“Kami akan bangun visi besar yang dilahirkan dari NTT. Kita tetap berpatokan pada aturan organisasi. Kita akan lakukan konsolidasi ke seluruh OKP di NTT. Tetap komunikasi akan kita bangun dengan pihak yang bersebrangan. Tujuan kita satu yakni bagaimana merajut OKP ini agar membangun semangat baru di NTT,” katanya.

Menurutnya, meski secara nasional KNPI sedang mengalami dualisme kepemimpinan namun di bawah kepemimpinan Nurhajri Hasan sebanyak 150 program sudah dibentuk.

“Dualisme itu tidak menjadi alasan untuk patah semangat. Paling tidak semangat itu tetap dijalankan terlebih kepada semua OKP yang bernaung di bawah KNPI. Kalau memang konsolidasi mengalami mandek kita akan adu program. Kita akan bersurat ke Kesbangpol, Korem, kepolisian,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris KNPI NTT, Yuliaris Mau menegaskan bahwa konsolidasi KNPI merujuk pada surat karteker dan akan mengukuhkan pengurus definitif di NTT.

“Ada dualisme secara nasional merujuk pada SK Kemenkumham menunjuk Nurhajri selaku ketua. Ke depan kami akan lakukan konsolidasi agar KNPI NTT satu adanya. Kami akan lakukan komunikasi menuju Musda awal Oktober nanti. Kita akan lakukan fungsi kontrol dan kritik merujuk pada fakta dan data,” katanya.

KNPI Apresiasi Acara Penganugerahan RRI Terhadap Seniman “Puisi”

Articles Galeri News

                                                       Foto:Media Center DPP KNPI Satu Nafas

Jakarta-, Perayaan 17 Agustus 2020, Radio Republik Indonesia (RRI) melakukan penganugerahan kepada seniman, “puisi” dengan judul “Malam Apresiasi Puisi Indonesia Merdeka Covid”. Acara yang berlangsung di Auditorium Abduhrahman Saleh RRI Jakarta turut hadir jajaran pengurus DPP KNPI dan Direktur Utama RRI, Bapak M. Rohanudin.

Turut hadir memeriahkan acara tersebut adalah Zamawi Imron, Sutardji Calsoum Bachri, Acep Zamzam Noor, Dwiki Darmawan, Toto and star, Ardina Savitri, Nabila Gomez, Lucky Octavian, Lena Guslina dan Septian Dwicahyo.

Ketua Umum DPP KNPI, Noer Fajrieansyah mengatakan bahwa KNPI mengapresiasi acara yang diselenggarakan oleh RRI. Lebih lanjut, Fajrie yang merupakan lulusan Hukum Universitas Indonesia, menyampaikan acara ini merupakan bagian dari menghidupkan jiwa seni anak bangsa Indonesia.

“Kami dari KNPI sangat mengapresiasi acara penganugerahan seniman “Puisi” yang dilaksanakan oleh RRI karena hal ini akan menumbuhkan jiwa seni anak Bangsa Indonesia, imbuhnya.

Menurutnya seni merupakan salah satu budaya bangsa Indonesia yang harus kita lestarikan karena seni adalah cara yang indah untuk menyampaikan kritik sosial. Seni terkadang lebih kritis dalam menyampaikan kritik sosial yang membangun dengan cara santun. Selain itu, Fajrie juga berharap penghargaan terhadap seniman Indonesia terus berlanjut.

“Kita harus melestarikan puisi sebagai budaya Bangsa Indonesia karena puisi memberikan kritik sosial yang indah dan santun, bahkan puisi terkadang lebih kritis dalam menyampaikan kritik sosial”.  “Saya juga berharap penghargaan terhadap seniman Indonesia terus berlanjut”, tutupnya.WRTW KNPI.

 

 

Rayakan Idul Adha Tahun Ini, KNPI Jadikan Kurban Sebagai Perekat Kebhinekaan

Articles Galeri News

 

 

 

 

RMco.id  Rakyat Merdeka – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-47, DPP KNPI mengadakan kegiatan Kurban Bersama Pemuda. Kegiatan ini mendapat respons yang luar biasa dari berbagai elemen lintas daerah dan agama. Hal ini penting untuk perekat pelestarian kebhinekaan agar tetap terjaga.

Ketua Umum DPP KNPI Noer Fajrieansyah mengucapkan terima kasih kepada semua pengkurban yang mempercayakan KNPI Satu Napas untuk menyalurkan daging kurban.

“Para pengkurban di antaranya Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey satu sapi, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo satu sapi , pejabat pemerintah, pengurus DPP KNPI dan umat agama lain yang turut berpartisipasi. Total jumlah kurban ada 35 hewan, yakni 17 sapi dan 18 kambing. Semoga amal ibadah kurban diterima Allah. Dan Tuhan Yang Maha Esa membalas kebaikan para donatur’, tutur Noer.

Ketua Harlah KNPI Ke-47, Pio Bria mengungkapkan, kegiatan Kurban ini menjadi milik bersama.

“Perayaan Idul Adha yang bertepatan dengan HUT KNPI Ke-47 menjadi momentum merawat pluralisme. Bantuan hewan kurban datang dari berbagai umat beragama. Kita menyambut baik hal ini karena bagian dari menjaga kebhinekaan dalam beragama”, tutur Pio.

Ahmad Sugiyono selaku Ketua Bidang Agama sekaligus Koordinator Kurban menambahkan, daging kurban akan dibagikan ke berbagai tempat, terutama yang terdampak Covid-19.

“Selain dibagikan ke warga sekitar media center DPP KNPI, daging kurban dibagikan semua wilayah DKI Jakarta, ke panti asuhan, ke “manusia grobak” yang ada di jalan dan ke orang-orang yang membutuhkan, ungkapnya.

Sumber: https://rmco.id/baca-berita/nasional/42768/rayakan-idul-adha-tahun-ini-knpi-jadikan-kurban-sebagai-perekat-kebhinekaan

berita terkait:

https://www.tribunnews.com/images/editorial/view/1853076/knpi-berbagi-daging-kurban

https://news.detik.com/foto-news/d-5117054/berbagi-hewan-kurban-untuk-sesama-yang-membutuhkan

http://kartakita.com/?s=knpi