Eksistensi Pahlawan Kontemporer Pada Masa Kini

Galeri Galery Opini

 

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”

-Ir. Soekarno-

 

Hari pahlawan indonesia selalu diperingati pada tanggal 10 November, peristiwa perang berdarah di kota Surabaya pada tanggal 10 November 1945 antara pihak Indonesia dengan tentara Inggris dijadikan sebagai memori untuk mengingat perjuangan para pahlawan yang gugur pada pertempuran berdarah tersebut. Pahlawan akan selalu berkaitan erat dengan perjuangan yang mereka tempuh. Dalam konteks pemahaman patriotisme, pemahaman tentang pahlawan akan selalu dibenturkan dengan slogan rela berjuang demi kepentingan bangsa dan negara. Perjuangan para pahlawan masa kini tidaklah sama dengan pahlawan masa lalu yang mengangkat senjata dan bertempur dengan para penjajah.

Bung Karno pun sudah mengingatkan para generasi penerus, dengan kalimat nya yang begitu terkenal, yakni “perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjunganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”. Perjuangan pahlawan kontemporer yang melawan bangsanya sendiri, sering kita temukan pada berita-berita hoax yang tersebar begitu massif di sosial media, kritik-kritik pada kebijakan pemerintah yang dibungkam dan dinestapakan, serta hal-hal lainnya yang menggambarkan kondisi saling serang antar masyarakat. Perjuangan berdarah yang telah dilakukan oleh para pahlawan kita di masa lalu seolah tidak berarti jika bangsa yang diperjuangkannya justru menciptakan perpecahan.

Ditengah merebaknya pandemi Covid-19 yang mulai menghampiri Indonesia pada awal tahun 2020, perjuangan pahlawan-pahlawan kontemporer dapat kita temui dalam perjuangan para tenaga kesehatan indonesia sebagai garda terdepan dalam memerangi pandemi covid—19. Data membuktikan bahwa Per 17 Agustus 2021, terdapat 1.891 tenaga kesehatan yang gugur sepanjang pandemi Covid-19 dengan rincian; 640 dokter; 637 perawat; 377 bidan; 98 dokter gigi; 34 ahli gizi; 33 ahli teknologi laboratorium, dan 13 ahli kesehatan masyarakat.

Perjuangan para tenaga kesehatan dalam melawan Covid-19 pada beberapa bulan yang lalu sangatlah sulit. Terlebih, diperparah lagi dengan massif nya berita hoax serta argumentasi para influencer media sosial yang seolah tidak menghargai perjuangan mereka. Ajakan tidak memakai masker, slogan Covid-19 adalah penyakit konspirasi, serta label haram pada vaksin covid-19 adalah contoh nyata gempuran masyarakat bagi para tenaga kesehatan yang sedang berjuang melawan pandemi ini. Kini, pandemi covid-19 di Indonesia memang sudah mulai terkendali, perjuagan para tenaga Kesehatan kian membuahkan hasil dengan semakin turunnya kurva persebaran dan tingkat kematian akibat Covid-19. Pada tanggal 17 oktober 2021, data membuktikan bahwa terdapat 0 kematian akibat covid-19 di provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil yang baik tersebut juga pasti tidak lepas dari kebijakan konsisten yang diambil para pemangku kebijakan di pemerintahan indonesia meskipun kritik-kritik tajam datang menyerang mereka.

Tenaga Kesehatan dalam pandemi covid-19 hanyalah Sebagian contoh dari eksistensi pahlawan kontemporer. Penulis berpendapat bahwa pahlawan akan selalu memiliki tempat masing-masing di tengah berbagai macam pertempuran yang mungkin terjadi. Perubahan zaman yang terjadi bukanlah sebuah halangan untuk berjuang dalam dimensi perjuangan yang mereka tempuh. Semangat para pejuang dan pahlawan di masa lalu adalah bahan bakar untuk generasi penurus dalam berjuang pada pertempuran apapun yang mungkin akan mereka hadapi dikemudian hari. Setelah Covid, pertempuran apa yang akan Indonesia hadapi? Sudahkah kita siap untuk semua itu? Jawabannya ada pada diri kita semua, siapkan mental, mungkin saya atau pembaca  yang akan menjadi pahlawan kontemporer dalam pertempuran kedepan.

Dicky Regu
Sarjana Hukum Unpad

KNPI Diharapkan Bisa Menjadi Pelopor Pemuda untuk Moderasi Beragama

Articles Galery

 

Setelah adanya beberapa kasus yang terkait dengan isu terorisme akhir-akhir ini, terutama berita Ali Kalora, pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT), tewas dalam kontak senjata dengan Satuan Tugas (Satgas) Magado Raya di Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

“Saya meyakini pentingnya pemuda untuk moderasi beragama khususnya KNPI yang merupakan wadah terhimpun untuk seluruh organisasi kepemudaan, KNPI harus bisa menyeleraskan pemahaman dan cara berpikir yang sama.”Kata Addin Jauharudin selaku Sekjend KNPI dalam sambutannya di acara kegiatan Diskusi Virtual yang diadakan oleh DPP KNPI pada (22/9)

“Anak-anak muda diharapkan bisa menjadi influencer sekaligus penggerak moderasi beragama di semua daerah dan komunitas serta lembaga pendidikan agar beragama itu bisa menjadi sumber keteduhan, perekat masyarakat dan tentu saja menjaga ke Indonesiaan kita. Disinilah peran anak muda..” tambah Addin.

“Krisis spritualisme ini memicu berkembangnya Radikalisme. Dan pentingnya Vaksinasi ideologi diharapkan dapat meningkatkan imunitas ideologi dan menekan virus-virus ideologi yang menjamur.” Kata Brigjen Wahid selaku Direktur Pencegahan BNPT sebagai narasumber pada kegiatan tersebut.

Brigjen Wahid juga menambahkan, “Radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama adalah proxy untuk menghancurkan Islam. Dan sebanyak 47,3 persen pelaku terorisme adalah kelompok muda berusia 20-30 tahun. Dan saya mengingatkan bahwa kita harus berperang untuk menangkal radikalisme dan terorisme. Pemuda harus yakin bahwa ginekologi bangsa ini ialah bangsa yang hebat.”

“Saya berharap bahwa KNPI bisa menghasilkan ide-ide besar untuk menangkal paham-paham radikal dan terorisme, karena dengan kapasitas KNPI yang memiliki network atau jaringannya bisa memiliki terobosan-terobosan yang dibutuhkan untuk ini. Diharapkan peran serta KNPI sebagai satgas kepemudaan yang berperan aktif memberantas isu-isu radikal dalam sosial media.” Kata Ridlwan Habib selaku Direktur The Indonesia Intelligence Institute yang juga menjadi narasumber di kegiatan virtual tersebut.

Dan Imdadun Rahmat selaku Mantan Ketua Komnas HAM menambahkan, “Saya ingin memprovokasi anak muda untuk bersikap kritis, apabila diberikan pemahaman mengenai agama tidak boleh menelan mentah-mentah. Harus bisa kritis dan sesuaikan nalar.”

“Oleh karena itu, KNPI akan berbuat semaksimal mungkin untuk berkumpul membahas mengenai pentingnya moderasi beragama. Karena apapun permasalahan yang terjadi di Indonesia hari ini, anak muda dibutukan sebagai Energi Baru.” Kata Addin Jauharudin untuk menutup acara kegiatan diskusi virtual dengan judul ‘Perdamaian Sulteng setelah Ali Kalora Tewas’ yang disiarkan melalui zoom dan Youtube KNPI.id. WRTW KNPI

Pleno Menuju Kongres Persatuan KNPI

Galeri Galery News Pemuda Bersuara

 

Sumber:Media Center DPP KNPI

Jakarta-, Pada 18 Juni 2021, bertempat di Kantor KNPI, Gedung Pemuda DPP KNPI, Kuningan, Jakarta Selatan. Adapun yang hadir dalam acara tersebut adalah ketiga kelompok yang terpecah menjadi tiga, yakni Adul Aziz, Noer Fajrieansyah dan Mustahuddin.

Abdul Aziz datang didampingi oleh Wakil Ketua Umum, Fauzan beserta pengurusnya. Sementara Noer Fajrieansyah didampingi oleh Sekretaris Jenderal, Addin Jauharudin dan Bendahara Umum, Twedy Noviady Ginting bersama jajarannya, sedangkan Mustahudin datang bersama Sekretaris Jenderal, Jackson Kumaat.

Acara yang dihadiri 50 orang tersebut memiliki dua agenda utama yang akan berjalan dalam waktu dekat ini, pertama adalah HUT KNPI yang ke 48 pada 23 Juli 2021 dan kongres peratuan.

Noer Fajrieansyah menyampaikan bahwa KNPI ini adalah milik pemuda sehingga sudah seharusnya kita bersatu dalam semangat pemuda. Untuk itu kepengurusan panitia persatuan nanti yang terpenting adalah mampu membawa semangat kongres persatuan.

“ibarat sebuah umat KNPI memiliki umat yaitu “pemuda”, jadi sebagai sebuah umat yaitu pemuda kita harus bersatu supaya kedapannya pemuda menjadi lebih baik”. “Bagi kita siapapun ketua dan pengurus panitia kongres persatuan ini silahkan jalan saja yang penting dia mampu menjalankan semangat kongres persatuan ini”.

Dalam pleno tesebut Adul Aziz menyampaikan bahwa Kongres persatuan ini akan terlaksana secepatnya, hasilnya bisa diterima semua pihak dan besinergi dengan baik satu sama lain.

“Kongres ini akan kita laksanakan secepatnya, menunggu momentum yang tepat dan hasilnya harus bisa diterima semua pihak serta bersinergi dengan baik satu sama lain”.

Mustahuddin mengatakan bahwa kongres ini adalah harapan bersama untuk menjadikan pemuda bersatu kembali, tanpa ada rasa ego.

“Kongres ini akan menjadi harapan bersama untuk pemuda supaya bersatu, untuk itu Namanya kongres bersama, tanpa ada rasa ego”.

Dalam penutupnya Fajrie yang merupakan lulusan mahasiswa UI menyatakan bahwa KNPI adalah wadah untuk pemuda sehingga individu yang di dalamnya harus menghidupi KNPI.

“KNPI adalah organisasi untuk kita para pemuda, untuk itu kita yang ada di dalamnya harus menghidupi organisasi bukan malah mencari penghidupan di dalam organisasi KNPI”, tutupnya. WRTW KNPI.

Reshuffle Dan Peluang Agraria

Articles Galeri Galery Opini Uncategorized

Isu reshuffle kembali mencuat dalam tubuh Kabinet Indonesia Maju jilid II dan rencananya akan diumumkan setelah lebaran usai. Selain dari kepentingan politik presiden adanya ketidakpuasan kerja dari Menteri yang akan diganti. Sebagai kritik oto kritik, sepertinya pegiat agraria lengah dan mulai lemah dalam mendorong Kementerian Agraria sebagai Kementerian Kordinator yang mengkordinasikan beberapa kementerian terkait, seperti lingkungan, pertanian, BUMN, KKP, ESDM dan PUPR.

Gagasan yang lahir pada 2014 lalu sepertinya mengalami sublimasi karena beberapa faktor, pertama, adanya kemungkinan pegiat agraria larut dalam kekuasaan dan tidak dapat menuver mendorong agenda reforma agraria. Kedua, hilangnya arah untuk mendorong reforma agraria sejati sehingga tanpa menyadarinya kegiatan agraria hanya menjadi rutinitas dan programatik. Bulan April yang lalu Presiden Jokowi merubah nomenklatur Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjadi Kementerian Investasi, artinya Presiden Jokowi sebagai penguasa hari ini menganggap hal tersebut penting dan menggunakan hak preogratifnya untuk merombaknya.

Melihat kondisi politik hari ini, sepertinya isu agraria kembali tertinggal karena dorongan untuk menjadikan Kementerian Agraria sebagai Kemenko dan mendesak pemerintah agar membentuk Badan Otoritas Reforma Agraria (BORA) belum juga terwujud. Di sisi lain Menteri agraria termasuk wakilnya sepertinya kurang kompeten dalam bidang agraria, termasuk kementerian berkaitan dengan agraria seperti lingkungan, BUMN, KKP, ESDM harus mendapat evaluasi.

Pemerintah hari ini tidak menunjukkan tanda-tanda keseriusan dalam menjalan reforma agraria sebagai fondasi pembangunan bangsa. Pemerintah hari ini memandang reforma agraria sebagai distribusi tanah atau lebih tepatnya bagi-bagi sertifikat. Indikator pemerintah tidak punya agenda terhadap reforma agraria yakni, pertama masih terjadinya dualisme hukum agraria antara UU lama buatan Orde Lama yang pro UUPA 1960 bersama turunannya, dengan UU pro liberalisasi terhadap sumber agraria sejak Orde Baru hingga sekarang.

Kedua, Sampai hari ini juga pemerintah tidak punya data yang jelas mengenai tanah berlebih, baik individu maupun koorporate yang menguasainya. Sebagai syarat utama dalam menjalankan reforma agraria, data mengenai tanah berlebih sebagai objek yang akan dibagikan dan data subjek yang akan menerimanya untuk dikelola dan dimanfaatkan sebagai sumber penghidupan, harus clear.

Ketiga, tidak adanya pilot projek yang dijalankan oleh pemerintahan Jokowi selama kurun waktu lebih dari lima (5) tahun. Pilot projek bertujuan untuk menakar kembali UUPA 1960 dan UU turunnannya seperti UU landreform masih relevan atau tidak. Pilot projek ini akan menjadi gambaran mengenai ekonomi mikro agraria di sektor pertanahan dan pertanian untuk bergerak di tingkat nasional.

Indikator ini yang menjadi dasar untuk menyimpulkan bahwa sampai hari ini Presiden Jokowi belum mempunyai niat untuk menjalankan reforma agraria sejati. Efeknya adalah isu agraria bukan prioritas dalam pembangunan bangsa walau sifatnya sangat urgent.

Dalam kondisi sekarang ini akar rumput harus lebih inisiatif dan kreatif dalam mendorong reforma agraria sejati kepada penguasa. Interaksi politik antara insiator gerakan agraria harus bersifat menekan kepada penguasa hari ini. Dengan demikian outcome politiknya, gerakan agraria menjadi penentu arah kebijakan agraria. Sejarah agraria sejak reformasi berlangsung sudah membuktikan bahwa inisiatif dari akar rumput sangat efektif memberikan tekanan kepada penguasa, paling tidak lahirnya TAP MPR No.IX/2001 dan dibentuknya kembali Kementerian Agraria adalah buktinya.

Peluang reforma agraria sejati hari ini kembali ada di tangan para pegiat agraria itu sendiri karena harapan Jokowi akan melaksanakan reforma agraria sesuai janji nawacita sudah mustahil terjadi tanpa tekanan dari akar rumput. Nasib agraria saat ini tidak jauh berbeda pada masa Presiden SBY namun belum terlambat untuk menyadarinya karena periode Presiden Jokowi belum habis.

Uraian singkat di atas merupakan seruan untuk kembali mengingat cita-cita sekaligus membangun harapan terhadap reforma agraria sejati. Membangun kembali kekuatan politik agraria memang tidak mudah, tapi bukanlah sesuatu yang mustahil, kuncinya ada pada kita yang pada hari ini merasa reforma agraria sejati masih relevan.


Andria Perangjn-angin

Pengurus Media Center DPP KNPI

Gelar Buka Puasa Bersama, KNPI Satu Nafas Siapkan Kongres Penyatuan

Articles Galeri Galery News Pemuda Bersuara Tokoh Bicara

                               Sumber Foto: Media Center DPP KNPI

 

 

Ketua Umum DPP KNPI Satu Nafas Noer Fajriansyah, menegaskan pentingnya menjaga keharmonisan dan kerukunan antas sesama pemuda. Hal ini ia sampaikan saat melakukan buka Bersama dengan pengurus pusat KNPI.

“Acara buka Bersama ini diselenggarakan sebagai ajang untuk silaturahmi antar pemuda Indonesia untuk tetap bersasama dalam kerukunan dan keharmonisan”, kata Fajriansyah.

Pemuda sebagai geneasi penerus bangsa harus lebih kreatif untuk membangun ekonomi bangsa, terutama dalam masa krisis selama pandemi berlangsung.

“Kita sudah satu tahun lebih menjalani pandemi namun kita masih bisa bertahan, untuk itu kita terus melakukan adaptasi terhadap semua kondisi dan tantangan yang ada serta tetap berinovasi”, Kata Fajriansyah.

Ia menambahkan secara aksiomatis untuk mengandaikan bahwa ada hubungan antara pemuda dan integrasi nasional. Peran pemuda dalam pembangunan nasional tidak boleh dibatasi karena perkembangan negara manapun terletak di pundak seberapa produktif dan kreatif kaum muda.

“Peran pemuda dalam pembangunan nasional sakral bagi seluruh cita-cita pembangunan masyarakat manapun. Kaum muda adalah landasan peremajaan masyarakat dan bangsa”, lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen DPP KNPI Addin Jauharuddin menyampaikan Masyarakat tidak hanya diciptakan kembali melalui populasi muda, namun, pemuda sering disebut sebagai pemimpin besok.

“Sebagai segmen masyarakat yang paling aktif, kaum muda adalah penentu utama perdamaian dan stabilitas suatu bangsa. Ketidakteraturan dank ketidakstabilan dalam masyarakat juga ditentukan sebagian oleh kaum muda. Perdamaian adalah pendahulu pembangunan”, kata Addin

Menutup acara buka Bersama, Twedy Ginting selaku Bendahara Umum DPP KNI, menuturkan tidak adanya perdamaian berarti tidak ada perkembangan berarti yang dapat terjadi.

“Menilai Kebijaksanaan Pemuda menegaskan bahwa sejauh mana perilaku dan peran pemuda yang bertanggung jawab dalam masyarakat berkorelasi positif dengan perkembangan negara mereka” pungkas Twedy.

DPP KNPI Satu Nafas Berikan Santunan Anak Yatim dan Dhuafa

Galeri Galery News Uncategorized

 

 

                                                                   Sumber Foto: Media Center DPP KNPI

DPP KNPI satu Nafas memberikan santunan kepada anak-anak yatim Yayasan Al Chalidiyah yang dilaksanakan di sekretariat Media Center DPP KNPI Jakarta pada Kamis (29/4).

Sekjen DPP KNPI Addin Jauharuddin menyampaikan rasa syukurnya bahwa KNPI bisa tetap memberikan santunan dan berbagi kebaikan di setiap bulan suci ramadhan.

Khusus kepada anak yatim Addin memberikan motivasi agar anak anak yatim tumbuh menjadi manusia tangguh, mampu bekerja keras untuk meraih cita-cita. Ia menyampaikan bahwa hidup harus memiliki tujuan dan cita- cita.

“ Adik-adik ini adalah calon pemimpin masa depan, jangan malas, harus rajin dalam beribadah, bekerja keras mengejar cita-cita”, kata Addin.

Ia juga berpesan agar kelak mereka tumbuh menjadi manusia sukses dan dapat memberi manfaat untuk keluarga, orang lain dan lingkungan sekitarnya.

Selain sebagai sarana silaturahmi, kegiatan ini juga merupakan salah satu implementasi program DPP KNPI sebagai social share untuk masyarakat yang kurang beruntung, sekaligus mengajak masyarakat Indonesia untuk peduli terhadap anak yatim dan duafa.

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi santunan anak yatim piatu, berikut juga sumbangan kepada pengurus yayasan panti Al Chalidiyah.

Addin juga menyampaikan .terimaksih kepada pihak-pihak yang berpartisipasi dan memberikan bantuan dalam acara santunan ini.FBP.

KNPI Minta Jangan Ada Yang Recoki BUMN

Galery News

RMco.id  Rakyat Merdeka – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) berkomitmen mendukung pemerintah menciptakan budaya integritas dan profesionalitas di segala sektor. Tak terkecuali di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

KNPI meminta siapapun agar tak ‘merecoki’ BUMN. Terlebih melakukan praktik-praktik kotor dengan mengatasnamakan organisasi seperti KNPI.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Posko Krisis Center KNPI Zainal Rangkuti. Zainal berujar demikian untuk menanggapi adanya sejumlah oknum yang ‘memalak’ para direksi di sejumlah BUMN.

“Mereka sedang bekerja. Jangan diganggu dengan hal-hal yang memalukan,” tegas Zainal melalui keterangan tertulisnya, kemarin.

BUMN yang notabene tulang punggung negara saat ini terus berbenah. Di bawah kepemimpinan Menteri BUMN, Erick Thorir, Kementerian tersebut makin menunjukkan tajinya.

“Jangan recoki. Kita kawal, kita kritisi secara konstruktif kalau memang ada aspek yang perlu diperbaiki. Jangan asbun,” tegas Zainal.

Hal senada diungkapkan Ketua Bidang BUMN DPP KNPI Faisal Saimima. Faisal menyayangkan adanya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab mengatasnamakan KNPI membuat polemik tersebut.

Apalagi saat ini Kementerian BUMN sedang berbenah dan melakukan transformasi BUMN menjadi lebih baik.

“Kita seharusnya mendukung pembenahan yang sedang dilakukan Kementerian BUMN,” pungkasnya.

Sumber: https://rmco.id/baca-berita/nasional/45728/knpi-minta-jangan-ada-yang-recoki-bumn

Berita terkait:

https://www.jpnn.com/news/knpi-jangan-recoki-bumn

Dihadapan Wagub Riza Patria: DPD KNPI DKI Sampaikan Tolak Reklamasi Pantai Ancol

Galery News

                    Sumber Foto : Media Center DPP KNPI

Keputusan Gubernur Nomer 237 Tahun 2020 tentang izin perluasan kawasan Ancol telah menimbulkan polemik ditengah masyarakat. Terjadi pro dan kontra atas keputusan yang dianggap cacat secara prosedural maupun keadilan. Salah satu penolakan itu datang dari DPD KNPI DKI Jakarta.

Dihadapan Wakil Gubernur DKI Jakarta, A. Riza Patria, Caretaker DPD KNPI DKI Rachmat Ariyanto meminta pemerintah DKI mencabut kembali keputusan tersebut. Menurutnya kegiatan reklamasi ini memiliki sejarah panjang yang dimulai dengan Keputusan Presiden Nomer 52 Tahun 1995, memasuki masa dramatis ketika dieksekusi oleh Gubernur Ahok dan dihentikan pada awal Gubernur Anies. “Reklamasi harus dilihat sebagai sebuah kesatuan sejarah panjang yang mengikat, Gubernur tidak bisa seenaknya mencabut lalu menghidupkan lagi sebagian dengan narasi apapun” ujar Rachmat.

Lebih lanjut Rachmat menilai keputusan Gubernur ini tidak memenuhi prinsip keadilan sosial bagi seluruh warga Jakarta. “Para pengusaha yang telah berproses terhadap 17 pulau reklamasi itu juga bagian dari warga Jakarta, Gubernur tidak elok mengadu domba antara kelompok masyarakat dengan dalih apapun untuk meloloskan keinginannya, tugas pemimpin untuk berdiri diatas semua golongan” kata Rachmat.

Pada prinsipnya DPD KNPI mendukung keputusan Anies untuk mencabut izin reklamasi terhadap 13 pulau sebagai bukti atas janji kampanye beliau. “Jadi pemimpin jangan ngakal, harus jujur, reklamasi itu satu kesatuan dilokasi yang juga saling berdekatan, kalau kata Gubernur reklamasi baik maka seluruh perencaaan awal reklamasi baik, ga mungkin sebagian reklamasi pulau baik dan sebagian lain buruk” ujar Rachmat.

Menurut Rachmat DPD KNPI DKI meminta Gubernur untuk mencabut keputusan perluasan kawasan Ancol tersebut dan menghentikan seluruh proses diatasnya, selanjutnya meminta Gubernur untuk menjalankan proses lahirnya sebuah kebijakan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. “Kami meminta pemerintah membangun komunikasi dengan seluruh kelompok masyarakat, jangan hanya menerima masukan untuk melakukan pembenaran atas kebijakan, berbagai pendapat dan kepentingan harus dapat dikelola untuk mewujudkan maju kotanya bahagia warganya” tutup Rachmat.

Pengurus DPD KNPI DKI bersilaturahmi dengan Wagub A. Riza Patria hari ini Rabu 26 Agustus 2020. Dalam pertemuan tersebut Wagub didampingi oleh Kepala Kesbangpol DKI.WRTW KNPI.

Ikhtiar Rekonsiliasi KNPI Caretaker DKI Sambangi Wagub Riza Patria

Galery News

Belah tiga kepengurusan DPP KNPI ternyata juga berimbas kepada terbelahnya kepengurusan di provinsi, termasuk Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.Kondisi ini tentunya menghambat jalannya proses-proses kerja organisasi KNPI di DKI.

Berupaya untuk memecah kebekuan yang ada, Rachmat Ariyanto caretaker DPD KNPI DKI didampingi para pengurus mendatangi Wakil Gubernur DKI Jakarta, A. Riza Patria di balai kota Rabu 26 Agustus 2020.

Kehadiran mereka di balai kota meminta peran aktif dari Wagub yang juga jebolan KNPI agar dapat menjembatani terjadinya rekonsiliasi atau penyatuan pelaksanaan musda bersama DPD KNPI DKI Jakarta.

Menurut Rachmat sudah cukup dinamika organisasi dimainkan oleh masing-masing pihak, “Dengan segala kerendahan hati saya sebagai caretaker DPD KNPI DKI meminta Wagub Bang Riza agar turun tangan untuk menghimpun kami menemukan alasan-alasan kebersamaan, outputnya agar kami dapat duduk bersama dan merumuskan pelaksanaan kegiatan musda DPD KNPI DKI agar proses regenerasi dalam berjalan secara kondusif” ujar Rachmat.

Ikhtiar rekonsiliasi ini telah dikonsultasikan kepada Ketua Umum DPP KNPI Noer Fajrieansyah “Saudara Ketua Umum telah memberi izin serta menyambut positif niatan kami dari caretaker DPD KNPI DKI, beliau sangat mendukung dan mendoakan agar niatan ini dapat terwujud” kata Rachmat.

Lebih lanjut Rachmat mengatakan pilihan mendatangi Wagub Riza Patria karena dianggap sebagai orang yang tepat dalam menjawab permasalahan ini, “Bang Riza the right man on the right place and the right time pada saat ini dalam upaya rekonsiliasi DPD KNPI DKI, sebagai mantan aktivis KNPI pastinya beliau memahami proses dinamika organisasi dan spirit political exercise kaum muda, selain itu sebagai Wakil Gubernur beliau adalam pimpinan wilayah yang bertanggungjawab terhadap kehidupan seluruh unsur kelompok masyarakat termasuk pemuda” lanjut Rachmat.

DPP KNPI periode 2018 – 2021 telah terpecah menjadi tiga kepengurusan. Hingga saat ini masing-masing kepengurusan tetap berjalan menunjukkan eksistensi dan pengabdiannya.