Cuplikan Tangan Dingin Seorang Pram ”Jalan Raya Pos, Jalan Daendels”

Daily Notes Inspiration Uncategorized

Nama Pengarang: Pramoedya Ananta Toer
Terbitan/Tahun: Lentera Dipantara/2005,2006,2017
Jumlah Halaman: 145
Jenis Buku: Novel

 

Pramoedya Ananta Toer adalah anak bangsa yang bertangan dingin dalam dunia tulis-menulis. Berbagai tulisan dalam bentuk novel telah dia persembahkan untuk menginspirasi bukan hanya anak bangsa namun dunia. Berbagai karya novelnya telah diterjemahkan kedalam bahasa asing dan sekaligus beliau mendapat penghargaan dari dunia, seperti PEN American Center, The Found for Free Expression, Wertheim Award, Ramon Magsaysay Award dll.

Novel “Jalan Raya Pos, Jalan Daendels merupakan salah satu karya Pram yang menyinggung kengerian masa pembangunan jalan Anyer-Panarukan. Mayat-mayat kuli yang saat itu mati kelaparan atau karena sakit maupun mendapat hukuman, digantung di pohon-pohon, bergelimpangan di pinggir pembangunan atau hanya sekedar dikubur massal.

Cerita ini menggugah pembaca, khususnya anak Bangsa Indonesia agar mengingat sejarah betapa menyedihkannya menjadi bangsa kuli, kuli dari bangsa-bangsa sehingga mencegah kita untuk jatuh kedalam lubang yang sama. Tentu cerita ini juga menjadi rambu-rambu bagi kita agar tidak menjadi bangsa penjajah terhadap bangsa lain, tetapi kita menjunjung tinggi rasa kemanusian dan ketertiban dunia.

Pembangunan jalan Anyer-Panarukan merupakan bagian dari kepentingan Napoleon di Bumi Nusantara melalui Daendels, mengingat Perancis telah hampir kehilangan semua tanah jajahan dari Inggris. Fungsi dari jalur Anyer-Panarukan adalah untuk memudahkan jalur informasi melalui pos dan mempermudah jalur distribusi militer, walau pada akhirnya berpengaruh terhadap perdagangan. Novel lain yang mengisahkan betapa pentingnya Nusantara di mata Napoleon adalah “Perang Napoleon Di Jawa 1811”, karya Jean Rocher (Agustus 2011).

Cerita lainnya dari Novel “Jalan Raya Pos, Jalan Daendels” adalah jalan Anyer-Panarukan sudah ada sejak zaman nusantara sedang berjaya di era Majapahit. Jalur yang menghubungkan tanah Jawa untuk perdagangan melalui darat. Dalam analisa Pram dalam bentuk novel Daendels hanya melebarkan dan melakukan pengerasan jalan dari yang sudah ada. Artinya Daendels tidak melakukan babat alas atau membuka jalur baru namun masyarakat nusantara yang sudah membuka jalur tersebut untuk jalur perdagangan.

Melalui Novel “Jalan Raya Pos, Jalan Daendels” Pram memberikan informasi baru kepada kita mengenai Jalan Anyer-Panarukan yang selama ini tidak pernah dibuka secara gamblang oleh pemerintah. Sayangnya memang informasi pram berbentuk novel yang umumnya beliau dapatkan dari cerita-cerita para tetua semasa dia kecil-remaja.

Seperti tulisan Pram dalam novelnya yang lain, berjudul “Arus Balik”  mega proyek Orde lama yang dia pimpin untuk menyelesaikan sejarah nusantara sirna bersama rezim kala itu. Hidupnya yang terkatung-katung menjadikan projek tersebut menjadi terkubur dalam liang cita-cita yang kembali bangkit dalam bentuk novel. Mungkin novel ini adalah bagian dari cita-cita Pram yang tidak kesampain untuk menyusun sejarah nusantara.

Semoga Novel Pram ini, “Jalan Raya Pos, Jalan Daendels” menjadi asumsi yang menginspirasi bagi kita. Kita adalah bangsa yang kalah dan menjadi bangsa kuli ratusan tahun namun bangkit pada 17 Agustus 1945 serta pernah menjadi macan Asia. Semoga para pembaca mengilhaminya!!! WRTW/KNPI.

 

Tips Membeli Sepeda Untuk Para Kawula Muda Dari KNPI

Articles Inspiration Sharing Info

Halo Kawula muda,

Akhir-akhir ini sepeda menjadi sebuah trend dalam masa pandemi Covid-19. Selain memberikan kesehatan saat bersepeda ternyata bisa menghilangkan rasa jenuh ketika work from home. Bersepeda banyak manfaatnya buat kita semua, khususnya untuk kawula muda, pertama memberikan kesehatan dan kebugaran. Kedua  irit atau hemat karena tidak membutuhkan bahan bakar seperti kendaraan motor. Ketiga anti polusi, bisa dibayangkan jika semua anak-anak muda Indonesia mulai bersepeda berapa emisi karbon yang dukurangi, kebayangkan!!

Dalam memilih sepeda juga hati-hati ya kawula muda, jangan keburu nafsu sehingga menyesal dikemudian hari. Berikut tips dari DPP KNPI satu nafas untuk kawula muda dalam memilijh sepeda:

  1. Mengenal Bahan

Ada beberapa bahan untuk sepeda, seperti high tensile steel (hiten), aluminium (alloy), chromoly, carbon fiber dan titanium.

Bahan hiten dibuat dari kualitas besi yang cukup tinggi sehingga sepeda menjadi lebih ringan namun kuat. Bahan ini lebih mudah untuk diperbaiki jika terjadi kerusakan pada sepeda kawula muda. Hiten lebih rentan mengalami karat, jadi butuh perawatan yang ekstra ya.

Bahan allloy atau aluminium. Bahan ini sedang hangat di kalangan bikers karena bahannya ringan, tidak mudah karat dan termasuk kuat. Hanya saja seiringnya dengan waktu bahan alloy akan mengalami penurunan dan jika terjadi kerusakan maka akan sdeikit sulit untuk diperbaiki. Pemakainnya juga harus hati-hati karena mudah penyok.

Bahan chromoly, bahan ini perpaduan antara baja, chromium dan molybdenum. Jadi tidak heran kalau bahan ini lebih berat sama seperti berbahan hiten. Sepeda berbahan chromoly juga mudak terkena karat jadi harus hati-hati ya kawula muda. Bahan ini tentunya sangat kuat karena terbuat dari baja ringan.

Carbon, bahan ini terbuat dari serat carbon dan sangat kuat, bahkan bisa dikatakan lebih kuat dari baja. Bahan ini sangat ringan sehingga menjadi menyenangkan ketika kawula muda sedang goes terutama ketika sedang berada ditanjakan dalam kota. Bahan ini tahan terhadap korosi dan mudah untukdi desain.

Titanium, bahan ini sangat kuat, mungkin saat ini sepeda berbahan titanium yang sangat kuat di dunia. Bahannya juga ringan dan tidak mudah terkena karat serta tahan lama namun jika terjadi kerusakan akan sulit untuk diperbaiki karena berbahan kuat. Mungkin perlu bengkel khusus untuk memperbaikinya.

  1. Mengenal Harga

Dari semua bahan tersebut yang paling mahal adalah sepeda berbahan titanium. Harganya sampai puluhan juta, jadi kalau kawula muda belum punya uang berlebih sebaiknya jangan dulu membeli sepeda berbahan titanium ini ya. Suatu saat jika punya rejeki kamu bisa memilikinya.

Bahan yang tergolong ramah dalam kantong adalah hiten, alloy dan chromoly. Varian harganya mungkin kisaran Rp 1.500.000 hingga Rp 4.500.000. Nah kawula muda tinggal mencocokkan dengan kondisi kantong ya, hal yang terpenting adalah kamu senang dan sehat, tidak menjadi beban dalam hidup kawula muda.

  1. Perawatan

Ini sedikit tips dari kami  dalam merawat sepeda:

  • Melakukan pengecekan seminggu sekali, khususnya berbahan hiten, alloy dan chromoly. Terkadang banyak pengait atau kunci yang longgar dengan sendirinya setelah kamu
  • Rajin melakukan pengecekan terhadap kampas rem, rantai dan bahan yang terbuat dari besi.
  • Usahakan penyimpanan di tempat kering atau tidak lembab, khususnya berbahan hiten, chromoly.
  • Gunakan sepeda pada treknya, khusus sepeda lipat jangan kamu paksa dijalan terjal, berbatu, berbukit, downhill, free style. Kamu harus bisa bedakan mountain bike, freestyle bike dan downhill. Sepeda dirancang khusus berdasarkan kebutuhan dan medannya.
  • Hati-hati dalam memarkir sepeda ya, khususya berbahan titanium. Kebayang jantung bisa meledak ketika sepeda harga puluhan juta digondol orang tak dikenal.
  • Rajinlah membersihkan sepeda supaya kinclong.

Ini sedikit tips dari kami DPP KNPI satu nafas dan Goes Pemuda untuk kawula muda Indonesia, semoga ada manfaatnya ya. Kalau kawula muda masih bingung mengenai sepeda dan bingung mau goes kemana, boleh gabung dengan kami, Goes Pemuda (GoPe), di Komplek RNI, Menteng Jl.Anyer 9 No.1, tepatnya di Belakang Kantor Lurah Menteng. (WRTW/KNPI)

Contact Person : Nana (Kordinator GoPe 081380603554)