KNPI Diharapkan Bisa Menjadi Pelopor Pemuda untuk Moderasi Beragama

KNPI Diharapkan Bisa Menjadi Pelopor Pemuda untuk Moderasi Beragama

 

Setelah adanya beberapa kasus yang terkait dengan isu terorisme akhir-akhir ini, terutama berita Ali Kalora, pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT), tewas dalam kontak senjata dengan Satuan Tugas (Satgas) Magado Raya di Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

“Saya meyakini pentingnya pemuda untuk moderasi beragama khususnya KNPI yang merupakan wadah terhimpun untuk seluruh organisasi kepemudaan, KNPI harus bisa menyeleraskan pemahaman dan cara berpikir yang sama.”Kata Addin Jauharudin selaku Sekjend KNPI dalam sambutannya di acara kegiatan Diskusi Virtual yang diadakan oleh DPP KNPI pada (22/9)

“Anak-anak muda diharapkan bisa menjadi influencer sekaligus penggerak moderasi beragama di semua daerah dan komunitas serta lembaga pendidikan agar beragama itu bisa menjadi sumber keteduhan, perekat masyarakat dan tentu saja menjaga ke Indonesiaan kita. Disinilah peran anak muda..” tambah Addin.

“Krisis spritualisme ini memicu berkembangnya Radikalisme. Dan pentingnya Vaksinasi ideologi diharapkan dapat meningkatkan imunitas ideologi dan menekan virus-virus ideologi yang menjamur.” Kata Brigjen Wahid selaku Direktur Pencegahan BNPT sebagai narasumber pada kegiatan tersebut.

Brigjen Wahid juga menambahkan, “Radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama adalah proxy untuk menghancurkan Islam. Dan sebanyak 47,3 persen pelaku terorisme adalah kelompok muda berusia 20-30 tahun. Dan saya mengingatkan bahwa kita harus berperang untuk menangkal radikalisme dan terorisme. Pemuda harus yakin bahwa ginekologi bangsa ini ialah bangsa yang hebat.”

“Saya berharap bahwa KNPI bisa menghasilkan ide-ide besar untuk menangkal paham-paham radikal dan terorisme, karena dengan kapasitas KNPI yang memiliki network atau jaringannya bisa memiliki terobosan-terobosan yang dibutuhkan untuk ini. Diharapkan peran serta KNPI sebagai satgas kepemudaan yang berperan aktif memberantas isu-isu radikal dalam sosial media.” Kata Ridlwan Habib selaku Direktur The Indonesia Intelligence Institute yang juga menjadi narasumber di kegiatan virtual tersebut.

Dan Imdadun Rahmat selaku Mantan Ketua Komnas HAM menambahkan, “Saya ingin memprovokasi anak muda untuk bersikap kritis, apabila diberikan pemahaman mengenai agama tidak boleh menelan mentah-mentah. Harus bisa kritis dan sesuaikan nalar.”

“Oleh karena itu, KNPI akan berbuat semaksimal mungkin untuk berkumpul membahas mengenai pentingnya moderasi beragama. Karena apapun permasalahan yang terjadi di Indonesia hari ini, anak muda dibutukan sebagai Energi Baru.” Kata Addin Jauharudin untuk menutup acara kegiatan diskusi virtual dengan judul ‘Perdamaian Sulteng setelah Ali Kalora Tewas’ yang disiarkan melalui zoom dan Youtube KNPI.id. WRTW KNPI

Articles Galery