KNPI Diharapkan Bisa Menjadi Pelopor Pemuda untuk Moderasi Beragama

Articles Galery

 

Setelah adanya beberapa kasus yang terkait dengan isu terorisme akhir-akhir ini, terutama berita Ali Kalora, pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT), tewas dalam kontak senjata dengan Satuan Tugas (Satgas) Magado Raya di Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

“Saya meyakini pentingnya pemuda untuk moderasi beragama khususnya KNPI yang merupakan wadah terhimpun untuk seluruh organisasi kepemudaan, KNPI harus bisa menyeleraskan pemahaman dan cara berpikir yang sama.”Kata Addin Jauharudin selaku Sekjend KNPI dalam sambutannya di acara kegiatan Diskusi Virtual yang diadakan oleh DPP KNPI pada (22/9)

“Anak-anak muda diharapkan bisa menjadi influencer sekaligus penggerak moderasi beragama di semua daerah dan komunitas serta lembaga pendidikan agar beragama itu bisa menjadi sumber keteduhan, perekat masyarakat dan tentu saja menjaga ke Indonesiaan kita. Disinilah peran anak muda..” tambah Addin.

“Krisis spritualisme ini memicu berkembangnya Radikalisme. Dan pentingnya Vaksinasi ideologi diharapkan dapat meningkatkan imunitas ideologi dan menekan virus-virus ideologi yang menjamur.” Kata Brigjen Wahid selaku Direktur Pencegahan BNPT sebagai narasumber pada kegiatan tersebut.

Brigjen Wahid juga menambahkan, “Radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama adalah proxy untuk menghancurkan Islam. Dan sebanyak 47,3 persen pelaku terorisme adalah kelompok muda berusia 20-30 tahun. Dan saya mengingatkan bahwa kita harus berperang untuk menangkal radikalisme dan terorisme. Pemuda harus yakin bahwa ginekologi bangsa ini ialah bangsa yang hebat.”

“Saya berharap bahwa KNPI bisa menghasilkan ide-ide besar untuk menangkal paham-paham radikal dan terorisme, karena dengan kapasitas KNPI yang memiliki network atau jaringannya bisa memiliki terobosan-terobosan yang dibutuhkan untuk ini. Diharapkan peran serta KNPI sebagai satgas kepemudaan yang berperan aktif memberantas isu-isu radikal dalam sosial media.” Kata Ridlwan Habib selaku Direktur The Indonesia Intelligence Institute yang juga menjadi narasumber di kegiatan virtual tersebut.

Dan Imdadun Rahmat selaku Mantan Ketua Komnas HAM menambahkan, “Saya ingin memprovokasi anak muda untuk bersikap kritis, apabila diberikan pemahaman mengenai agama tidak boleh menelan mentah-mentah. Harus bisa kritis dan sesuaikan nalar.”

“Oleh karena itu, KNPI akan berbuat semaksimal mungkin untuk berkumpul membahas mengenai pentingnya moderasi beragama. Karena apapun permasalahan yang terjadi di Indonesia hari ini, anak muda dibutukan sebagai Energi Baru.” Kata Addin Jauharudin untuk menutup acara kegiatan diskusi virtual dengan judul ‘Perdamaian Sulteng setelah Ali Kalora Tewas’ yang disiarkan melalui zoom dan Youtube KNPI.id. WRTW KNPI

Memaknai Kembali Arti Kemerdekaan

Articles Uncategorized

 

Sumber Foto:mediaindonesia.com

Dalam menyambut hari kemerdekaan Indonesia, sampai saat ini masih dalam posisi sebagian masyarakatnya siap tinggal landas dan sebagian besar tinggal di landasan. Pasalnya kedaulatan politik yang merdeka dalam struktur kenegaraan tidak menjamin kemerdekaan ekonomi di masyarakat. Masyarakat selalu dijadikan objek bukan sebagai subjek sehingga kebijakan hanya untuk kepentingan masyarakat kelas elite, sementara masyarakat kelas bawah terjerat dalam aturan yang tercermin dalam hukum yang represif.

Dogmatis usang dalam marayakan kemerdekaan harus segara kita buang jauh-jauh yang hanya sekedar mengingat penjajahan masa kolonial, perlombaan untuk anak-anak, upacara bendera yang bersifat serimonial. Ada baiknya pidato kenegeraan kali ini menjelaskan kondisi masyarakat yang masih suram dan semakin sulit akibat pandemi. Presiden Jokowi harus kembali mengangkat Nawacita yang menjadi janji kepada bangsa Indonesia untuk lebih baik.

Sebagai Negara merdeka yang memiliki sumber agraria luar biasa, baik di dalam perut bumi seperti tambang dan minyak bumi, maupun hasil bumi seperti, perkebunan atau tanaman holtikultura milik rakyat serta hasil lautnya, bahkan kita memiliki dasar Negara Pancasila yang menyebutkan bahwa keadilan sosial  bagi seluruh rakyat Indonesia, hidup masyarakat mayoritas meralat (data BPS 26,42 Juta Jiwa).

Kebijakan terbuka terhadap capital global sudah memberikan kerugian kepada bangsa Indonesia, bukan hanya masyarakatnya yang sengsara namun juga telah merusak lingkungan kita. Atas dasar ini maka kita perlu mempertanyakan kebijakan ini masih relevan atau tidak?

Sejerah penjajahan adalah persoalan ekonomi dengan melakukan eksploitasi terhadap bangsa yang lemah oleh bangsa yang kuat. Era ini telah usang dan digantikan dengan era globalisasi yang mautannya sama saja yakni mengesksploitasi satu bangsa lemah. Untuk Indonesia, founding fathers telah membangun fondasi yang cukup bagus untuk merubah mental bangsa yang baru saja merdeka dari penjejahan namun sekarang hanya telah menjadi retorika politik.

Untuk sekarang ini sebaiknya Pemerintahan Jokowi melakukan terobosan baru untuk mengambil alih sumber kakayaan agraria yang dikelola oleh perusahaan asing maupun dalam negeri supaya dikelola oleh negara. Sekat-sekat yang ada harus ditabrak sehingga muncul wajah ekonomi baru dalam Indonesia yang lebih adil dan makmur.

Kita sudah lama merdeka namun tidak merdeka dalam bidang ekonomi karena terlalu banyak lelang sumber daya agraria yang dilakoni oleh calo-calo dalam negeri. Untuk merubahnya tidak gampang namun tidak msutahil. Hal dasar yang harus dipahami adalah makna kemerdekaan lahir untuk dua tujuan, pertama menciptakan masyarakat Indonesia adil dan makmur, kedua membangun bangsa yang baru.

Kedua hal ini tertuang secara implisit di teks proklamsi yang terlupakan karena dari tahun ketahun kita hanya memaknai kemerdekaan sebagai serimonial. Bila kita sudah menyadarinya maka tidak sulit untuk merubah keterpurukan bangsa ini, tetapi masalah besarnya adalah kita tidak peduli sehingga mental kita menjadi mental terjajah di alam yang merdeka

Refleksi dari perayaan kemerdekaan ini adalah kita kembali kepada semangat proklamasi melalui Nawacita yang pernah di ucapkan oleh Presiden Jokowi. Penjabarannya harus memiliki terobosan baru untuk mengelola sumber daya alam kita sehingga wajah adil dan makmur yang kita impikan tercipta. Bila tidak, maka kita harus memasukkan Jokowi  dalam deretan preisden yang gagal dalam era reformasi, walau masa jabatannya masih ada tiga tahun lagi.

 

Andria Gustiawan Perngain-angin
Pengurus DPP KNPI Satu Nafas

Pleno Menuju Kongres Persatuan KNPI

Galeri Galery News Pemuda Bersuara

 

Sumber:Media Center DPP KNPI

Jakarta-, Pada 18 Juni 2021, bertempat di Kantor KNPI, Gedung Pemuda DPP KNPI, Kuningan, Jakarta Selatan. Adapun yang hadir dalam acara tersebut adalah ketiga kelompok yang terpecah menjadi tiga, yakni Adul Aziz, Noer Fajrieansyah dan Mustahuddin.

Abdul Aziz datang didampingi oleh Wakil Ketua Umum, Fauzan beserta pengurusnya. Sementara Noer Fajrieansyah didampingi oleh Sekretaris Jenderal, Addin Jauharudin dan Bendahara Umum, Twedy Noviady Ginting bersama jajarannya, sedangkan Mustahudin datang bersama Sekretaris Jenderal, Jackson Kumaat.

Acara yang dihadiri 50 orang tersebut memiliki dua agenda utama yang akan berjalan dalam waktu dekat ini, pertama adalah HUT KNPI yang ke 48 pada 23 Juli 2021 dan kongres peratuan.

Noer Fajrieansyah menyampaikan bahwa KNPI ini adalah milik pemuda sehingga sudah seharusnya kita bersatu dalam semangat pemuda. Untuk itu kepengurusan panitia persatuan nanti yang terpenting adalah mampu membawa semangat kongres persatuan.

“ibarat sebuah umat KNPI memiliki umat yaitu “pemuda”, jadi sebagai sebuah umat yaitu pemuda kita harus bersatu supaya kedapannya pemuda menjadi lebih baik”. “Bagi kita siapapun ketua dan pengurus panitia kongres persatuan ini silahkan jalan saja yang penting dia mampu menjalankan semangat kongres persatuan ini”.

Dalam pleno tesebut Adul Aziz menyampaikan bahwa Kongres persatuan ini akan terlaksana secepatnya, hasilnya bisa diterima semua pihak dan besinergi dengan baik satu sama lain.

“Kongres ini akan kita laksanakan secepatnya, menunggu momentum yang tepat dan hasilnya harus bisa diterima semua pihak serta bersinergi dengan baik satu sama lain”.

Mustahuddin mengatakan bahwa kongres ini adalah harapan bersama untuk menjadikan pemuda bersatu kembali, tanpa ada rasa ego.

“Kongres ini akan menjadi harapan bersama untuk pemuda supaya bersatu, untuk itu Namanya kongres bersama, tanpa ada rasa ego”.

Dalam penutupnya Fajrie yang merupakan lulusan mahasiswa UI menyatakan bahwa KNPI adalah wadah untuk pemuda sehingga individu yang di dalamnya harus menghidupi KNPI.

“KNPI adalah organisasi untuk kita para pemuda, untuk itu kita yang ada di dalamnya harus menghidupi organisasi bukan malah mencari penghidupan di dalam organisasi KNPI”, tutupnya. WRTW KNPI.

Reshuffle Dan Peluang Agraria

Articles Galeri Galery Opini Uncategorized

Isu reshuffle kembali mencuat dalam tubuh Kabinet Indonesia Maju jilid II dan rencananya akan diumumkan setelah lebaran usai. Selain dari kepentingan politik presiden adanya ketidakpuasan kerja dari Menteri yang akan diganti. Sebagai kritik oto kritik, sepertinya pegiat agraria lengah dan mulai lemah dalam mendorong Kementerian Agraria sebagai Kementerian Kordinator yang mengkordinasikan beberapa kementerian terkait, seperti lingkungan, pertanian, BUMN, KKP, ESDM dan PUPR.

Gagasan yang lahir pada 2014 lalu sepertinya mengalami sublimasi karena beberapa faktor, pertama, adanya kemungkinan pegiat agraria larut dalam kekuasaan dan tidak dapat menuver mendorong agenda reforma agraria. Kedua, hilangnya arah untuk mendorong reforma agraria sejati sehingga tanpa menyadarinya kegiatan agraria hanya menjadi rutinitas dan programatik. Bulan April yang lalu Presiden Jokowi merubah nomenklatur Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjadi Kementerian Investasi, artinya Presiden Jokowi sebagai penguasa hari ini menganggap hal tersebut penting dan menggunakan hak preogratifnya untuk merombaknya.

Melihat kondisi politik hari ini, sepertinya isu agraria kembali tertinggal karena dorongan untuk menjadikan Kementerian Agraria sebagai Kemenko dan mendesak pemerintah agar membentuk Badan Otoritas Reforma Agraria (BORA) belum juga terwujud. Di sisi lain Menteri agraria termasuk wakilnya sepertinya kurang kompeten dalam bidang agraria, termasuk kementerian berkaitan dengan agraria seperti lingkungan, BUMN, KKP, ESDM harus mendapat evaluasi.

Pemerintah hari ini tidak menunjukkan tanda-tanda keseriusan dalam menjalan reforma agraria sebagai fondasi pembangunan bangsa. Pemerintah hari ini memandang reforma agraria sebagai distribusi tanah atau lebih tepatnya bagi-bagi sertifikat. Indikator pemerintah tidak punya agenda terhadap reforma agraria yakni, pertama masih terjadinya dualisme hukum agraria antara UU lama buatan Orde Lama yang pro UUPA 1960 bersama turunannya, dengan UU pro liberalisasi terhadap sumber agraria sejak Orde Baru hingga sekarang.

Kedua, Sampai hari ini juga pemerintah tidak punya data yang jelas mengenai tanah berlebih, baik individu maupun koorporate yang menguasainya. Sebagai syarat utama dalam menjalankan reforma agraria, data mengenai tanah berlebih sebagai objek yang akan dibagikan dan data subjek yang akan menerimanya untuk dikelola dan dimanfaatkan sebagai sumber penghidupan, harus clear.

Ketiga, tidak adanya pilot projek yang dijalankan oleh pemerintahan Jokowi selama kurun waktu lebih dari lima (5) tahun. Pilot projek bertujuan untuk menakar kembali UUPA 1960 dan UU turunnannya seperti UU landreform masih relevan atau tidak. Pilot projek ini akan menjadi gambaran mengenai ekonomi mikro agraria di sektor pertanahan dan pertanian untuk bergerak di tingkat nasional.

Indikator ini yang menjadi dasar untuk menyimpulkan bahwa sampai hari ini Presiden Jokowi belum mempunyai niat untuk menjalankan reforma agraria sejati. Efeknya adalah isu agraria bukan prioritas dalam pembangunan bangsa walau sifatnya sangat urgent.

Dalam kondisi sekarang ini akar rumput harus lebih inisiatif dan kreatif dalam mendorong reforma agraria sejati kepada penguasa. Interaksi politik antara insiator gerakan agraria harus bersifat menekan kepada penguasa hari ini. Dengan demikian outcome politiknya, gerakan agraria menjadi penentu arah kebijakan agraria. Sejarah agraria sejak reformasi berlangsung sudah membuktikan bahwa inisiatif dari akar rumput sangat efektif memberikan tekanan kepada penguasa, paling tidak lahirnya TAP MPR No.IX/2001 dan dibentuknya kembali Kementerian Agraria adalah buktinya.

Peluang reforma agraria sejati hari ini kembali ada di tangan para pegiat agraria itu sendiri karena harapan Jokowi akan melaksanakan reforma agraria sesuai janji nawacita sudah mustahil terjadi tanpa tekanan dari akar rumput. Nasib agraria saat ini tidak jauh berbeda pada masa Presiden SBY namun belum terlambat untuk menyadarinya karena periode Presiden Jokowi belum habis.

Uraian singkat di atas merupakan seruan untuk kembali mengingat cita-cita sekaligus membangun harapan terhadap reforma agraria sejati. Membangun kembali kekuatan politik agraria memang tidak mudah, tapi bukanlah sesuatu yang mustahil, kuncinya ada pada kita yang pada hari ini merasa reforma agraria sejati masih relevan.


Andria Perangjn-angin

Pengurus Media Center DPP KNPI

Gelar Buka Puasa Bersama, KNPI Satu Nafas Siapkan Kongres Penyatuan

Articles Galeri Galery News Pemuda Bersuara Tokoh Bicara

                               Sumber Foto: Media Center DPP KNPI

 

 

Ketua Umum DPP KNPI Satu Nafas Noer Fajriansyah, menegaskan pentingnya menjaga keharmonisan dan kerukunan antas sesama pemuda. Hal ini ia sampaikan saat melakukan buka Bersama dengan pengurus pusat KNPI.

“Acara buka Bersama ini diselenggarakan sebagai ajang untuk silaturahmi antar pemuda Indonesia untuk tetap bersasama dalam kerukunan dan keharmonisan”, kata Fajriansyah.

Pemuda sebagai geneasi penerus bangsa harus lebih kreatif untuk membangun ekonomi bangsa, terutama dalam masa krisis selama pandemi berlangsung.

“Kita sudah satu tahun lebih menjalani pandemi namun kita masih bisa bertahan, untuk itu kita terus melakukan adaptasi terhadap semua kondisi dan tantangan yang ada serta tetap berinovasi”, Kata Fajriansyah.

Ia menambahkan secara aksiomatis untuk mengandaikan bahwa ada hubungan antara pemuda dan integrasi nasional. Peran pemuda dalam pembangunan nasional tidak boleh dibatasi karena perkembangan negara manapun terletak di pundak seberapa produktif dan kreatif kaum muda.

“Peran pemuda dalam pembangunan nasional sakral bagi seluruh cita-cita pembangunan masyarakat manapun. Kaum muda adalah landasan peremajaan masyarakat dan bangsa”, lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen DPP KNPI Addin Jauharuddin menyampaikan Masyarakat tidak hanya diciptakan kembali melalui populasi muda, namun, pemuda sering disebut sebagai pemimpin besok.

“Sebagai segmen masyarakat yang paling aktif, kaum muda adalah penentu utama perdamaian dan stabilitas suatu bangsa. Ketidakteraturan dank ketidakstabilan dalam masyarakat juga ditentukan sebagian oleh kaum muda. Perdamaian adalah pendahulu pembangunan”, kata Addin

Menutup acara buka Bersama, Twedy Ginting selaku Bendahara Umum DPP KNI, menuturkan tidak adanya perdamaian berarti tidak ada perkembangan berarti yang dapat terjadi.

“Menilai Kebijaksanaan Pemuda menegaskan bahwa sejauh mana perilaku dan peran pemuda yang bertanggung jawab dalam masyarakat berkorelasi positif dengan perkembangan negara mereka” pungkas Twedy.

DPP KNPI Satu Nafas Berikan Santunan Anak Yatim dan Dhuafa

Galeri Galery News Uncategorized

 

 

                                                                   Sumber Foto: Media Center DPP KNPI

DPP KNPI satu Nafas memberikan santunan kepada anak-anak yatim Yayasan Al Chalidiyah yang dilaksanakan di sekretariat Media Center DPP KNPI Jakarta pada Kamis (29/4).

Sekjen DPP KNPI Addin Jauharuddin menyampaikan rasa syukurnya bahwa KNPI bisa tetap memberikan santunan dan berbagi kebaikan di setiap bulan suci ramadhan.

Khusus kepada anak yatim Addin memberikan motivasi agar anak anak yatim tumbuh menjadi manusia tangguh, mampu bekerja keras untuk meraih cita-cita. Ia menyampaikan bahwa hidup harus memiliki tujuan dan cita- cita.

“ Adik-adik ini adalah calon pemimpin masa depan, jangan malas, harus rajin dalam beribadah, bekerja keras mengejar cita-cita”, kata Addin.

Ia juga berpesan agar kelak mereka tumbuh menjadi manusia sukses dan dapat memberi manfaat untuk keluarga, orang lain dan lingkungan sekitarnya.

Selain sebagai sarana silaturahmi, kegiatan ini juga merupakan salah satu implementasi program DPP KNPI sebagai social share untuk masyarakat yang kurang beruntung, sekaligus mengajak masyarakat Indonesia untuk peduli terhadap anak yatim dan duafa.

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi santunan anak yatim piatu, berikut juga sumbangan kepada pengurus yayasan panti Al Chalidiyah.

Addin juga menyampaikan .terimaksih kepada pihak-pihak yang berpartisipasi dan memberikan bantuan dalam acara santunan ini.FBP.

KNPI Satu Nafas Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Kepada NU Ke 95

Articles Galeri News

Semoga NU Tetap Kokoh Menjaga Nilai Kebangsaan dan Menyebar Aswaja

Jakarta: Nahdlatul Ulama (NU) adalah bagian dari sejarah panjang Bangsa Indonesia. Kontribusi para kyai dan warga NU dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia sudah tercatat dalam lembar sejarah Indonesia.

Umur yang sudah 95 tahun merupakan tanda kaya akan pengalaman dan sudah semakin matang sebagai sebuah organisasi. Pada ulang tahun yang ke 95, Ketua Umum KNPI, Noer Fajrieansyah, mengucapkan selamat ulang tahun kepada NU.

Beliau menyampaikan, NU sebagai salah satu Ormas Islam terbesar sudah menunjukkan kematangan organisasinya untuk Bangsa Indonesia, dengan tetap menjaga nilai-nilai kebangsaan. Indonesia adalah negara yang beragam, baik suku, budaya dan agamanya namun NU tetap konsisten menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan norma kehidupan bangsa, tuturnya.

Selain itu Fajrieansyah yang juga lulusan Universitas Indonesia mengatakan bahwa NU juga harus tetap menyebarkan Ahlus Sunnah Waljamaah (Aswaja) sehinga ajaran Nabi Muhammad SAW dapat menjadi panutan bagi warga muslim di Indonesia. WRTW KNPI.

Cuplikan Tangan Dingin Seorang Pram ”Jalan Raya Pos, Jalan Daendels”

Daily Notes Inspiration Uncategorized

Nama Pengarang: Pramoedya Ananta Toer
Terbitan/Tahun: Lentera Dipantara/2005,2006,2017
Jumlah Halaman: 145
Jenis Buku: Novel

 

Pramoedya Ananta Toer adalah anak bangsa yang bertangan dingin dalam dunia tulis-menulis. Berbagai tulisan dalam bentuk novel telah dia persembahkan untuk menginspirasi bukan hanya anak bangsa namun dunia. Berbagai karya novelnya telah diterjemahkan kedalam bahasa asing dan sekaligus beliau mendapat penghargaan dari dunia, seperti PEN American Center, The Found for Free Expression, Wertheim Award, Ramon Magsaysay Award dll.

Novel “Jalan Raya Pos, Jalan Daendels merupakan salah satu karya Pram yang menyinggung kengerian masa pembangunan jalan Anyer-Panarukan. Mayat-mayat kuli yang saat itu mati kelaparan atau karena sakit maupun mendapat hukuman, digantung di pohon-pohon, bergelimpangan di pinggir pembangunan atau hanya sekedar dikubur massal.

Cerita ini menggugah pembaca, khususnya anak Bangsa Indonesia agar mengingat sejarah betapa menyedihkannya menjadi bangsa kuli, kuli dari bangsa-bangsa sehingga mencegah kita untuk jatuh kedalam lubang yang sama. Tentu cerita ini juga menjadi rambu-rambu bagi kita agar tidak menjadi bangsa penjajah terhadap bangsa lain, tetapi kita menjunjung tinggi rasa kemanusian dan ketertiban dunia.

Pembangunan jalan Anyer-Panarukan merupakan bagian dari kepentingan Napoleon di Bumi Nusantara melalui Daendels, mengingat Perancis telah hampir kehilangan semua tanah jajahan dari Inggris. Fungsi dari jalur Anyer-Panarukan adalah untuk memudahkan jalur informasi melalui pos dan mempermudah jalur distribusi militer, walau pada akhirnya berpengaruh terhadap perdagangan. Novel lain yang mengisahkan betapa pentingnya Nusantara di mata Napoleon adalah “Perang Napoleon Di Jawa 1811”, karya Jean Rocher (Agustus 2011).

Cerita lainnya dari Novel “Jalan Raya Pos, Jalan Daendels” adalah jalan Anyer-Panarukan sudah ada sejak zaman nusantara sedang berjaya di era Majapahit. Jalur yang menghubungkan tanah Jawa untuk perdagangan melalui darat. Dalam analisa Pram dalam bentuk novel Daendels hanya melebarkan dan melakukan pengerasan jalan dari yang sudah ada. Artinya Daendels tidak melakukan babat alas atau membuka jalur baru namun masyarakat nusantara yang sudah membuka jalur tersebut untuk jalur perdagangan.

Melalui Novel “Jalan Raya Pos, Jalan Daendels” Pram memberikan informasi baru kepada kita mengenai Jalan Anyer-Panarukan yang selama ini tidak pernah dibuka secara gamblang oleh pemerintah. Sayangnya memang informasi pram berbentuk novel yang umumnya beliau dapatkan dari cerita-cerita para tetua semasa dia kecil-remaja.

Seperti tulisan Pram dalam novelnya yang lain, berjudul “Arus Balik”  mega proyek Orde lama yang dia pimpin untuk menyelesaikan sejarah nusantara sirna bersama rezim kala itu. Hidupnya yang terkatung-katung menjadikan projek tersebut menjadi terkubur dalam liang cita-cita yang kembali bangkit dalam bentuk novel. Mungkin novel ini adalah bagian dari cita-cita Pram yang tidak kesampain untuk menyusun sejarah nusantara.

Semoga Novel Pram ini, “Jalan Raya Pos, Jalan Daendels” menjadi asumsi yang menginspirasi bagi kita. Kita adalah bangsa yang kalah dan menjadi bangsa kuli ratusan tahun namun bangkit pada 17 Agustus 1945 serta pernah menjadi macan Asia. Semoga para pembaca mengilhaminya!!! WRTW/KNPI.

 

Pius Bria: Konsolidasi Segera Dibangun untuk Musda KNPI NTT

Galeri News

Kupang Kartakita– Musyawarah Dewan Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan digelar pada awal Oktober tahun 2020 mendatang di Kupang.

Demikian disampaikan Pius Agustinus Bria selaku Karteker Ketua KNPI NTT di Sasando Hotel Kupang, pada Minggu 20 September 2020 sore.

Menurutnya, ia ditunjuk sebagai Karteker KNPI wilayah NTT berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kareteker KNPI NTT sejak 10 September di Jakarta.

“Hari ini DPP SK Karateker sudah ditunjuk yakni Pius Bria sebagai Ketua, Sekretaris Yuliaris Mau, Bendahara Rivine C. Lengggu. Kita secara Nasional mengambil sikap pada visi yang sebenarnya. Memberikan kontribusi kepada NTT secara lebih baik,” jelasnya.

Ia menegaskan, dasar karateker ini sudah dikeluarkan dengan alasan organisatoris berdasarkan AD/ART.

“Kami merujuk pada konstitusi organisasi selama ini. Komunikasi dengan DPD yang ada di NTT. Secara pribadi kami belum dalog dengan Bung Heri Boki selaku Ketua DPD tapi dari struktur sudah bangun komunikasi. Beliau secara nasional memang membentuk pilihan berbeda secara nasional. Kami akan duduk diskusi bersama untuk berbicara bersama. Secara Nasional DPP KNPI atas kepemimpinan resmi berdasarkan SK Kemenkumham. Fakta hukumnya jelas. Berdasarkan alasan hukum yang jelas maka kami akan lakukan konsolidasi seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Pius mengatakan, pelantikan KNPI di NTT akan digelar pada tanggal 28 Oktober 2020 nanti.

“Kami akan bangun visi besar yang dilahirkan dari NTT. Kita tetap berpatokan pada aturan organisasi. Kita akan lakukan konsolidasi ke seluruh OKP di NTT. Tetap komunikasi akan kita bangun dengan pihak yang bersebrangan. Tujuan kita satu yakni bagaimana merajut OKP ini agar membangun semangat baru di NTT,” katanya.

Menurutnya, meski secara nasional KNPI sedang mengalami dualisme kepemimpinan namun di bawah kepemimpinan Nurhajri Hasan sebanyak 150 program sudah dibentuk.

“Dualisme itu tidak menjadi alasan untuk patah semangat. Paling tidak semangat itu tetap dijalankan terlebih kepada semua OKP yang bernaung di bawah KNPI. Kalau memang konsolidasi mengalami mandek kita akan adu program. Kita akan bersurat ke Kesbangpol, Korem, kepolisian,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris KNPI NTT, Yuliaris Mau menegaskan bahwa konsolidasi KNPI merujuk pada surat karteker dan akan mengukuhkan pengurus definitif di NTT.

“Ada dualisme secara nasional merujuk pada SK Kemenkumham menunjuk Nurhajri selaku ketua. Ke depan kami akan lakukan konsolidasi agar KNPI NTT satu adanya. Kami akan lakukan komunikasi menuju Musda awal Oktober nanti. Kita akan lakukan fungsi kontrol dan kritik merujuk pada fakta dan data,” katanya.

KNPI Minta Jangan Ada Yang Recoki BUMN

Galery News

RMco.id  Rakyat Merdeka – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) berkomitmen mendukung pemerintah menciptakan budaya integritas dan profesionalitas di segala sektor. Tak terkecuali di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

KNPI meminta siapapun agar tak ‘merecoki’ BUMN. Terlebih melakukan praktik-praktik kotor dengan mengatasnamakan organisasi seperti KNPI.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Posko Krisis Center KNPI Zainal Rangkuti. Zainal berujar demikian untuk menanggapi adanya sejumlah oknum yang ‘memalak’ para direksi di sejumlah BUMN.

“Mereka sedang bekerja. Jangan diganggu dengan hal-hal yang memalukan,” tegas Zainal melalui keterangan tertulisnya, kemarin.

BUMN yang notabene tulang punggung negara saat ini terus berbenah. Di bawah kepemimpinan Menteri BUMN, Erick Thorir, Kementerian tersebut makin menunjukkan tajinya.

“Jangan recoki. Kita kawal, kita kritisi secara konstruktif kalau memang ada aspek yang perlu diperbaiki. Jangan asbun,” tegas Zainal.

Hal senada diungkapkan Ketua Bidang BUMN DPP KNPI Faisal Saimima. Faisal menyayangkan adanya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab mengatasnamakan KNPI membuat polemik tersebut.

Apalagi saat ini Kementerian BUMN sedang berbenah dan melakukan transformasi BUMN menjadi lebih baik.

“Kita seharusnya mendukung pembenahan yang sedang dilakukan Kementerian BUMN,” pungkasnya.

Sumber: https://rmco.id/baca-berita/nasional/45728/knpi-minta-jangan-ada-yang-recoki-bumn

Berita terkait:

https://www.jpnn.com/news/knpi-jangan-recoki-bumn